KOSAKATA.CO–– Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan Provinsi Ibu Kota Negara (IKN) yang sedang gencar dibangun saat ini. Akan tetapi, masalah pendidikannya di dinilai tidak merata.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim, Veridiana Huraq Wang.
Ia mengaku prihatin dengan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di Kaltim ini, khususnya di daerah pemilihannya (dapil) Kutai Barat (Kubar) serta Mahakam Ulu (Mahulu).
Sehingga ia meminta PJ Gubernur melakukan evaluasi terhadap kinerja dan program pendidikan, terutama sarpras di setiap sekolah. Tujuannya agar para penerus bangsa dari Kaltim memiliki daya saing dengan daerah lain.
“Ibu Kota Negara kan berada di Kaltim, tetapi kenapa fasilitas pendidikannya tidak diperhatikan dan tidak merata. Bagaimana bisa SDM kita bersaing,” timpalnya, Jumat (17/11/2023).
Terlebih kata wakil rakyat usungan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) ini, anggaran pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim sebesar 20 persen.
“Artinya dari Rp20 Triliun APBD Kaltim, terdapat Rp4 Triliun untuk Dinas Pendidikan. Tapi kenapa bisa minum fasilitas, terutama daerah terdepan, terpinggir, dan tertinggal (3T),” cecarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Verdiana mendorong Pj Gubernur Kaltim, Abdul Malik melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kepada Dinas Pendidikan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Pendidikan bekal bagi Sumber Daya Manusia (SDM) kita. Supaya mereka memiliki daya saing, mampu membangun Kaltim kedepannya,” tutupnya. (adv/dprdkaltim).

