BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat pemerataan akses pendidikan melalui penyaluran sekitar 35 ribu paket perlengkapan dan seragam sekolah gratis bagi para pelajar.
Program bantuan pendidikan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Komitmen itu diperkuat melalui kebijakan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total anggaran daerah.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di SDN 001 Bontang Selatan dan SDN 013 Bontang Selatan. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyematan selempang Duta Sekolah.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, Pemerintah Kota Bontang turut mendorong penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui penyediaan fasilitas pembelajaran yang lebih interaktif.
Di SDN 001 Bontang Selatan, pemerintah meresmikan Taman Numerasi dan studio podcast sekolah. Kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berkomunikasi.
Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Novita Susyati, mengatakan sekolah yang dipimpinnya telah mencatat sejumlah capaian dalam pengembangan lingkungan pendidikan.
SDN 001 Bontang Selatan telah berstatus sebagai Sekolah Ramah Anak, Pusat Sahabat Informasi Anak kategori Madya, serta meraih predikat Adiwiyata Nasional.
Novita juga menyebut perpustakaan SDN 001 terpilih sebagai perpustakaan sekolah terbaik di Kota Bontang periode 2023–2025. Sekolah tersebut telah dua kali mewakili Bontang dalam kompetisi tingkat provinsi dan berhasil meraih Juara 2.
Pada 2025, sekolah mencatat Indeks SKM sebesar 90,60. SDN 001 juga terpilih menjadi salah satu dari 80 Sahabat Sekolah Dasar tingkat nasional dari sekitar 3.700 pendaftar melalui penguatan karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Sementara itu, SDN 013 Bontang Selatan turut menunjukkan komitmen terhadap penciptaan lingkungan sekolah yang berkelanjutan. Sekolah tersebut meraih predikat Adiwiyata tingkat provinsi.
Penguatan fasilitas dan program pendidikan juga berjalan beriringan dengan capaian prestasi siswa.
Sejumlah siswa dari SDN 001 dan SDN 013 Bontang Selatan berhasil mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional. Mereka di antaranya Zayla Shakila El Bahir, Jena Rahma Aisyah, Muhammad Rhisyam Al-Zailani, dan Muhammad Naufal Al Fatih.
Muhammad Rhisyam Al-Zailani juga mencatat prestasi dengan meraih Juara 2 Lomba Bertutur tingkat Kalimantan Timur serta Juara Harapan 1 FLS3N.
Prestasi lainnya diraih siswa dalam berbagai bidang, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), sepak bola, soft tennis, kompetisi menulis, hingga pencak silat.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam kunjungannya ke sekolah tersebut mengajak para siswa terus membangun semangat pantang menyerah dan membiasakan diri saling menghargai.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mencegah terjadinya perundungan atau bullying.
Neni juga mengingatkan bahwa kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca. Menurutnya, literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berkomunikasi, serta memecahkan berbagai persoalan.
Ia mengajak siswa untuk rajin belajar, berdoa, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki mental tangguh ketika menghadapi kegagalan.
Menurut Neni, usaha keras dan tekad yang kuat perlu berjalan beriringan dengan doa untuk mencapai cita-cita.
Kehadiran Neni disambut antusias para siswa melalui penampilan lagu Rukun Sama Teman dan Sahabat Sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Neni didampingi Pj Sekretaris Daerah Bontang Akhmad Suharto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang Abdu Safa Muha, jajaran camat dan lurah, kepala sekolah, serta para guru.
Akhmad Suharto juga memberikan motivasi kepada para pelajar agar berani mengejar prestasi di berbagai bidang.
Sementara itu, dalam sesi podcast sekolah, Abdu Safa Muha menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Pengawasan tersebut dinilai penting agar penggunaan perangkat digital tidak mengganggu tumbuh kembang maupun konsentrasi belajar siswa.

