{"id":2422,"date":"2023-10-30T07:58:47","date_gmt":"2023-10-30T07:58:47","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=2422"},"modified":"2023-11-20T08:02:38","modified_gmt":"2023-11-20T08:02:38","slug":"biaya-transportasi-ke-berau-mahal-dari-pada-ke-bali-dprd-kaltim-dorong-pemprov-dan-pemda-perbaiki-infrastruktur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2023\/10\/30\/biaya-transportasi-ke-berau-mahal-dari-pada-ke-bali-dprd-kaltim-dorong-pemprov-dan-pemda-perbaiki-infrastruktur\/","title":{"rendered":"Biaya transportasi ke Berau mahal dari pada ke Bali. DPRD Kaltim Dorong Pemprov dan Pemda Perbaiki Infrastruktur"},"content":{"rendered":"<p>KOSAKATA.CO&#8212;Banyaknya tempat Wisata di Kalimantan Timur bisa menjadi sumber pendapatan daerah (PAD) yang menjanjikan. Terutama wisata bahari di kawasan Pulau Derawan, Maratua, Labuan Cermin, yang terletak di\u00a0 Berau.<\/p>\n<p>Namun, tempat wisata tersebut kurang pengunjung lantaran banyak kendala seperti infrastruktur jalan dan fasilitas, sarana dan prasarana penunjangnya tidak memadai. Terutama transportasi menuju lokasi terlalu mahal.<\/p>\n<p>\u201cNamun untuk kesana tidaklah mudah, lantaran minimnya akses infrastruktur jalan dan fasilitas, sarana dan prasarana penunjangnya. Belum lagi biaya transportasi mahal dan sebagainya, ini akan berpengaruh pada jumlah kedatangan wisatawan ke tempat tersebut,\u201d ujar Anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam Sinte.<\/p>\n<p>Dirinya pun membandingkan estimasi biaya perjalanan ke Bali yang cendrung lebih murah dibandingkan ke Berau.<\/p>\n<p>\u201cJadi, kalau dilihat wisatawan yang datang ke Bali lebih banyak dari pada ke Berau, karena biaya yang mahal sampai ke sini. Kalau ke Bali, hanya dengan biaya Rp 2 juta sudah sampai, tapi ke sini biayanya lebih banyak, sampai Rp 5\u00a0 Juta lebih,\u201d sebut Adam.<\/p>\n<p>DPRD Kaltim sendiri sejak beberapa waktu lalu telah membuat regulasi berupa Perda terkait jalan khusus tambang batubara dan kelapa sawit. Namun diakuinya, aturan tersebut masih saja kerap dilanggar oleh perusahaan-perusahaan pertambangan dan perusahaan kelapa sawit.<\/p>\n<p>Karena faktanya masih banyak kendaraan operasional tambang batubara dan kelapa sawit yang menggunakan jalan umum untuk aktivitasnya. Padahal dalam aturannya, perusahaan harus menyiapkan sendiri jalan-jalan untuk operasionalnya.<\/p>\n<p>\u201cKami baru mengesahkan Perda jalan hauling khusus batubara dan sawit. Tapi memang banyak kendala kita. Saya dapat informasi, jalan-jalan kita, jalan negara, jalan provinsi masih dikuasai truk-truk pengangkut CPO dan batubara, padahal Perda kita sudah mengharuskan mereka membuat jalan khusus, kecuali crossing jalan tapi itu harus ada izin juga. Ini harus dibenahi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk itu, Adam Sinte mendorong Pemprov Kaltim untuk memperhatikan kondisi tersebut. Mengingat potensi pariwisata Kaltim yang sangat banyak dan bisa \u201cdijual\u201d, sehingga dapat memberikan kontribusi ke kas daerah.<\/p>\n<p>\u201cKalau jalan-jalan sudah mulus, walaupun wisatawan yang datang harus lewat darat, tapi mereka bisa menikmati perjalanan dengan menyenangkan. Yang paling penting adalah kita siapkan rest area untuk beristirahat, itu harus jadi perhatian utama. Jadi mereka bisa singgah di sana, tempatnya juga harus bersih dan nyaman, karena kita sepakat bahwa Kaltim memiliki destinasi wisata andalan bisa di jual,\u201d sebut Adam.\u00a0(Advetorial)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOSAKATA.CO&#8212;Banyaknya tempat Wisata di Kalimantan Timur bisa menjadi sumber pendapatan daerah (PAD) yang menjanjikan. Terutama wisata bahari di kawasan Pulau Derawan, Maratua, Labuan Cermin, yang terletak di\u00a0 Berau. Namun, tempat wisata tersebut kurang pengunjung lantaran banyak kendala seperti infrastruktur jalan dan fasilitas, sarana dan prasarana penunjangnya tidak memadai. Terutama transportasi menuju lokasi terlalu mahal. \u201cNamun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2423,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,170],"tags":[],"class_list":["post-2422","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-dprd-kalimantan-timur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2422"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2422\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2424,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2422\/revisions\/2424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}