{"id":3812,"date":"2025-05-08T11:53:13","date_gmt":"2025-05-08T11:53:13","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=3812"},"modified":"2025-05-08T11:53:13","modified_gmt":"2025-05-08T11:53:13","slug":"petugas-front-desk-dpm-ptsp-bontang-jadi-garda-terdepan-layanan-publik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/05\/08\/petugas-front-desk-dpm-ptsp-bontang-jadi-garda-terdepan-layanan-publik\/","title":{"rendered":"Petugas Front Desk DPM-PTSP Bontang Jadi Garda Terdepan Layanan Publik"},"content":{"rendered":"<p>Bontang \u2013 Setiap hari, petugas front desk di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Mereka menjadi titik awal bagi warga yang datang untuk mengurus berbagai perizinan maupun konsultasi.<\/p>\n<p>Salah satu petugas front desk DPM-PTSP Bontang, Arjuna Abiyyan (21) mengungkapkan bahwa pekerjaannya bukan hanya sekadar menerima tamu, tetapi juga memastikan bahwa setiap pengunjung mendapatkan informasi yang jelas, pelayanan yang ramah, dan penuh kesabaran. Memberikan pelayanan terbaik, ramah, dan memudahkan publik, adalah standar yang selalu diterapkan DPM-PTSP Bontang.<\/p>\n<p>&#8220;Kami bukan cuma menyambut mereka dengan ramah ketika datang ke sini [Kantor DPM-PTSP]. Tapi juga memastikan bisa membantu sesuai kebutuhan mereka,&#8221; kata pria yang sudah mengabdi di DPM-PTSP Bontang sejak 2023 silam ini ketika ditemui, Kamis (8\/5\/2025) siang.<\/p>\n<p>Pria yang akrab disapa Abiyyan ini mengatakan, masyarakat yang datang ke kantor DPM-PTSP memiliki latar belakang beragam. Kendati kantor DPM-PTSP dikhususkan untuk melayani lansia, ibu hamil, dan difabel, namun sebagian besar yang dilayani ialah lansia.<\/p>\n<p>Kedatangan mereka ke kantor DPM-PTSP pun bermacam-macam. Ada yang ingin mengurus izin usaha, konsultasi OSS (Online Single Submission), dipandu cara membuat izin usaha, hingga sekadar mencari informasi syarat administrasi.<\/p>\n<p>&#8220;Apalagi, kan, saya penugasannya di kantor [Jalan Awang Long]. Yang mana, pelayanannya khusus untuk difabel, ibu hamil dan orang-orang tua, tapi kebanyakan sih orangtua. Makanya mesti sabar dan pelan-pelan ketika melayani mereka,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Abiyyan bilang, kendati yang dihadapi saban harinya adalah masyarakat dengan pelayanan khusus, namun selama ini dia mengaku belum pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan. Selama menjalani tugasnya lebih kurang 1 tahun 8 bulan terakhir, semuanya cukup berjalan lancar dan tanpa kendala. Tidak pernah ada pengamanan kurang baik warga lakukan pada dirinya.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau pengalaman kurang enak, sampai hari ini tidak ada. Cuma paling itu, karena melayani orang lebih tua, jadi kami harus hati-hati, sabar, dan menjelaslan pelan-pelan terkait perizinan sama mereka. Kan, tidak semua mereka paham perizinan yang sudah terdigital dan syarat-syarar di dalamnya,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Adapun, kata dia, di hari kerja, ada sekitar 4-5 front desk yang melayani warga di kantor. Mereka kerja mulai pukul 7 pagi hingga 3 sore. Selama jam kerja itu, front desk dipastikan tak boleh kosong. Meski itu di jam istrirahat. Ini dilakukan agar masyarakat yang datang tetap terlayani dan tidak menunggu.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau jam makan siang tetap ada yang stay, minimal satu. Paling nanti kami ganti-gantian saja istirahatnya,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Kehadiran petugas front desk menjadi bagian penting dalam komitmen DPM-PTSP Bontang untuk memberikan layanan prima. Dengan komunikasi yang baik dan sikap profesional, para petugas ini menjadi wajah pertama dari sistem pelayanan publik yang terus berbenah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bontang \u2013 Setiap hari, petugas front desk di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Mereka menjadi titik awal bagi warga yang datang untuk mengurus berbagai perizinan maupun konsultasi. Salah satu petugas front desk DPM-PTSP Bontang, Arjuna Abiyyan (21) mengungkapkan bahwa pekerjaannya bukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3813,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,145],"tags":[],"class_list":["post-3812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-bontang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3812"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3814,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3812\/revisions\/3814"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}