{"id":3980,"date":"2025-05-22T12:02:46","date_gmt":"2025-05-22T12:02:46","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=3980"},"modified":"2025-10-08T08:08:30","modified_gmt":"2025-10-08T08:08:30","slug":"dorong-hilirisasi-dpmptsp-bontang-bidik-transformasi-produk-lokal-jadi-komoditas-ekspor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/05\/22\/dorong-hilirisasi-dpmptsp-bontang-bidik-transformasi-produk-lokal-jadi-komoditas-ekspor\/","title":{"rendered":"Dorong Hilirisasi, DPMPTSP Bontang Bidik Transformasi Produk Lokal Jadi Komoditas Ekspor"},"content":{"rendered":"<p>Bontang &#8211; Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tengah memprioritaskan pengembangan hilirisasi produk lokal sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah. Upaya ini difokuskan untuk mengubah komoditas mentah seperti ikan bawis dan rumput laut menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi yang siap menembus pasar nasional hingga ekspor.<\/p>\n<p>Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan bahwa transformasi produk lokal menjadi produk olahan berkualitas merupakan langkah krusial dalam meningkatkan daya saing industri kecil menengah (IKM) Bontang. Hal ini tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi warga.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak ingin lagi menjual produk mentah. Kita ingin Bontang dikenal melalui produk olahan khasnya yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,\u201d kata Aspiannur.<\/p>\n<p>Ia menyebut ikan bawis kaleng sebagai contoh produk yang potensial menjadi ikon kuliner daerah. Dengan dukungan teknologi pengolahan modern dan kemasan yang menarik, produk ini diyakini bisa menjadi daya tarik utama Bontang di pasar nasional maupun internasional.<\/p>\n<p>\u201cJika kita mampu memproduksi dengan standar yang baik, bawis kaleng bisa menjadi cendera mata khas Bontang sekaligus produk ekspor unggulan,\u201d sambung dia.<\/p>\n<p>Tak hanya ikan bawis, rumput laut juga menjadi komoditas penting yang tengah dikembangkan. Selama ini, rumput laut dari Bontang sebagian besar dijual dalam bentuk mentah. Padahal, potensi pengolahan menjadi bahan makanan, kosmetik, hingga farmasi sangat besar.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin rumput laut tidak hanya berhenti di level bahan mentah. Potensinya luar biasa jika kita bisa masuk ke proses hilirisasi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Untuk mewujudkan itu, DPMPTSP mendorong kolaborasi dengan investor yang memiliki pengalaman dalam industri pengolahan. Namun, pihaknya menekankan bahwa kehadiran investor bukan semata soal modal, tetapi juga soal alih teknologi dan penguatan sistem produksi lokal.<\/p>\n<p>Dengan strategi ini, DPMPTSP berharap produk-produk lokal tidak hanya naik kelas, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cKalau hilirisasi jalan, industri lokal tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan pendapatan masyarakat meningkat. Ini tujuan utamanya,\u201d pungkas Aspiannur.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bontang &#8211; Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tengah memprioritaskan pengembangan hilirisasi produk lokal sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah. Upaya ini difokuskan untuk mengubah komoditas mentah seperti ikan bawis dan rumput laut menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi yang siap menembus pasar nasional hingga ekspor. Kepala DPMPTSP Bontang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3981,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,145],"tags":[173,174],"class_list":["post-3980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-bontang","tag-adv","tag-dpmptsp-bontang-2025"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3980"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4733,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3980\/revisions\/4733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3981"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}