{"id":4107,"date":"2025-06-11T14:05:00","date_gmt":"2025-06-11T14:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=4107"},"modified":"2025-10-05T15:20:05","modified_gmt":"2025-10-05T15:20:05","slug":"realisasi-pendatan-daerah-dari-pbg-untuk-rumah-tinggal-minim-dpm-ptsp-bontang-jelaskan-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/06\/11\/realisasi-pendatan-daerah-dari-pbg-untuk-rumah-tinggal-minim-dpm-ptsp-bontang-jelaskan-alasannya\/","title":{"rendered":"Realisasi Pendatan Daerah dari PBG untuk Rumah Tinggal Minim, DPM-PTSP Bontang Jelaskan Alasannya"},"content":{"rendered":"<p>Bontang &#8211; Dinas Penanaman dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang mengaku cukup sulit menggerek pendapatan daerah dari penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk rumah tinggal. Pasalnya, warga yang mengurus PBG untuk rumah masih sangat terbatas.<\/p>\n<p>Jafung Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus menjelaskan, sebelum menerbitkan PBG, pemohon mesti melampirkan rekomendasi dari dinas teknis dalam hal ini PUPRK Bontang. Salah satu syarat mendapat rekomendasi teknis ialah, warga harus punya gambaran gedung atau bangunan yang ingin didirikan, dan itu harus digambar oleh arsitek yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).<\/p>\n<p>Yang jadi soal, kata Idrus, biaya untuk membayar jasa arsitek tidak murah. Umumnya mereka dibayar dengan meninjau luasan dan besaran gedung, dan itu paling murah di angka Rp10 juta. Belum lagi, arsitek yang memiliki sertifikasi dari IAI di Bontang terbatas, hanya 3 orang.<\/p>\n<p>&#8220;Biaya gambarnya itu, kan, tidak murah. Karena harus arsitek tersertifikasi yang kerjakam. Makanya warga merasa kurang sanggup. Secara kalkulasi, mending biaya jasa itu dipakai untuk beli material,&#8221; kata Idrus ketika ditemui di kantornya Jalan Awang Long, Rabu (11\/6\/2025) siang.<\/p>\n<p>Tahun lalu, Bapenda Bontang menarget DPM-PTSP meraih pendapatan dari penerbitan PBG sebesar Rp1,5 miliar. Idrus telah memaparkan ke Bapenda bahwa target ini sulit dicapai. Dan terbukti, akhir 2024 DPM-PTPS tak berhasil membukukan pendapatan sesuai target.<\/p>\n<p>Memasuki 2025, target diturunkan jadi Rp600 juta. Idrus bilang, kalau menggantungkan pendapatan dari penerbitan PBG untuk rumah tinggal, Rp300 juta pun sebetulnya sulit dicapai. Hanya saja, karena pembangunan pabrik soda ash di Komplek KNE sudah diajukan tahun ini, maka targer Rp600 juta untuk 2025 kemungkinan terlampaui. Sebab berdasar kalkulasi, pendapatan daerah dari penerbitan PBG untuk pabrik soda ash ada di angka Rp1,5 miliar.<\/p>\n<p>&#8220;Makanya kami mendorong agar pabrik-pabrik besar banyak dibuka di Bontang. Dari sini sektor pendapatan untuk perizinan bisa digenjot,&#8221; tandasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bontang &#8211; Dinas Penanaman dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang mengaku cukup sulit menggerek pendapatan daerah dari penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk rumah tinggal. Pasalnya, warga yang mengurus PBG untuk rumah masih sangat terbatas. Jafung Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus menjelaskan, sebelum menerbitkan PBG, pemohon mesti melampirkan rekomendasi dari dinas teknis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4108,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,145],"tags":[173,174],"class_list":["post-4107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-bontang","tag-adv","tag-dpmptsp-bontang-2025"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4107"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4107\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4109,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4107\/revisions\/4109"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}