{"id":4307,"date":"2025-07-14T10:21:24","date_gmt":"2025-07-14T10:21:24","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=4307"},"modified":"2025-10-05T16:22:22","modified_gmt":"2025-10-05T16:22:22","slug":"dpmptsp-bontang-gencar-promosikan-kota-di-tingkat-nasional-targetkan-investor-masuk-lewat-bandara-hingga-televisi-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/07\/14\/dpmptsp-bontang-gencar-promosikan-kota-di-tingkat-nasional-targetkan-investor-masuk-lewat-bandara-hingga-televisi-nasional\/","title":{"rendered":"DPMPTSP Bontang Gencar Promosikan Kota di Tingkat Nasional, Targetkan Investor Masuk Lewat Bandara hingga Televisi Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Bontang \u2013 Guna mendorong pertumbuhan investasi dan memperkenalkan potensi unggulan Kota Bontang ke khalayak yang lebih luas, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang terus menggencarkan promosi daerah melalui berbagai kanal strategis.<\/p>\n<p>Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah memasang iklan promosi investasi di dua bandara utama Kalimantan Timur, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda. Iklan tersebut tayang selama tiga bulan hingga April 2025 lalu.<\/p>\n<p>\u201cKontrak iklan memang hanya tiga bulan. Tapi kalau tidak ada kendala dan anggaran memadai, kami berencana lanjutkan kembali kerja sama dengan kedua bandara itu,\u201d kata Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur ketika ditemui di kantornya, Jalan Awang Long,\u00a0 Senin (14\/07\/2025) siang.<\/p>\n<p>Bandara dianggap sebagai titik strategis untuk menjangkau calon investor karena menjadi pintu masuk utama ke Kalimantan Timur. Lewat promosi visual di bandara, DPMPTSP berharap pesan ajakan berinvestasi di Bontang dapat menjangkau lebih banyak kalangan, baik pelaku usaha lokal, nasional, maupun mancanegara.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, promosi juga dilakukan melalui media-media arus utama berbasis di Jakarta. Sejumlah platform ternama seperti CNN Indonesia, Kompas, Liputan6, Detik, dan Beritasatu menjadi media partner dalam menyebarluaskan potensi dan peluang investasi di Bontang. Dengan jangkauan pembaca nasional hingga internasional, langkah ini dinilai mampu memperluas eksposur Kota Bontang sebagai kota industri sekaligus kota yang ramah investasi.<\/p>\n<p>Sebagai rencana jangka menengah, DPMPTSP juga tengah menggodok wacana kerja sama dengan salah satu televisi nasional untuk membuat program talkshow berdurasi satu jam khusus membahas Kota Bontang dan potensi investasinya. Salah satu figur yang diincar untuk memandu program ini adalah Desi Anwar melalui program di CNN Indonesia TV.<\/p>\n<p>\u201cIni masih tahap rencana, kami akan ajukan dalam anggaran tahun 2026. Memang biayanya tidak kecil, tapi kalau ini berhasil, output yang dihasilkan bisa jauh lebih besar dibandingkan investasinya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Upaya promosi juga dilakukan lewat partisipasi aktif DPMPTSP dalam berbagai pameran investasi di luar kota. Lewat ajang tersebut, potensi Bontang diperkenalkan kepada investor dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Harapannya, makin banyak pihak yang melirik dan pada akhirnya memilih Bontang sebagai lokasi penanaman modal.<\/p>\n<p>Seluruh langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris untuk menjadikan investasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan kota.<\/p>\n<p>Dengan kombinasi promosi strategis, pelayanan perizinan yang efisien, serta potensi daerah yang besar, Bontang diyakini siap menyambut gelombang investasi baru di masa mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bontang \u2013 Guna mendorong pertumbuhan investasi dan memperkenalkan potensi unggulan Kota Bontang ke khalayak yang lebih luas, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang terus menggencarkan promosi daerah melalui berbagai kanal strategis. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah memasang iklan promosi investasi di dua bandara utama Kalimantan Timur, yakni Bandara Sultan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4308,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,145],"tags":[173,174],"class_list":["post-4307","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-bontang","tag-adv","tag-dpmptsp-bontang-2025"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4307"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4307\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4309,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4307\/revisions\/4309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}