{"id":4575,"date":"2025-08-03T14:41:30","date_gmt":"2025-08-03T14:41:30","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=4575"},"modified":"2025-09-11T14:44:05","modified_gmt":"2025-09-11T14:44:05","slug":"dprd-kaltim-kritik-pemerintah-pusat-gelar-upacara-hut-ri-ke-80-di-jakarta-bukan-di-ikn-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/08\/03\/dprd-kaltim-kritik-pemerintah-pusat-gelar-upacara-hut-ri-ke-80-di-jakarta-bukan-di-ikn-nusantara\/","title":{"rendered":"DPRD Kaltim Kritik Pemerintah Pusat Gelar Upacara HUT RI ke-80 di Jakarta, Bukan di IKN Nusantara"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"281\" data-end=\"569\">SAMARINDA \u2013 Anggota DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya\u2019diah, mengaku kecewa dengan keputusan Pemerintah Pusat yang menetapkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 digelar di Jakarta, alih-alih di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.<\/p>\n<p data-start=\"571\" data-end=\"745\">Menurutnya, keputusan tersebut mencederai semangat pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim, sekaligus melemahkan posisi IKN sebagai pusat pemerintahan masa depan.<\/p>\n<p data-start=\"747\" data-end=\"941\">\u201cKeputusan ini justru memberi kesan bahwa IKN belum benar-benar dianggap sebagai pusat pemerintahan. Padahal secara resmi sudah ditetapkan sebagai ibu kota negara,\u201d ujarnya, Minggu (3\/8\/2025).<\/p>\n<p data-start=\"747\" data-end=\"941\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4511 size-jnews-featured-750\" src=\"https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/02-4-750x1043.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"1043\" srcset=\"https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/02-4-750x1043.jpg 750w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/02-4-216x300.jpg 216w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/02-4-737x1024.jpg 737w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/02-4-768x1068.jpg 768w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/02-4.jpg 1102w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<h3 data-start=\"943\" data-end=\"992\">Upacara HUT RI Dinilai Punya Nilai Simbolik<\/h3>\n<p data-start=\"993\" data-end=\"1185\">Syarifatul menegaskan, pelaksanaan upacara HUT RI bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan memiliki nilai simbolik tinggi yang menunjukkan komitmen negara terhadap pemindahan ibu kota.<\/p>\n<p data-start=\"1187\" data-end=\"1286\">\u201cBukan sekadar tiup lilin ulang tahun negara, ini tentang makna dan simbol kedaulatan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p data-start=\"1288\" data-end=\"1433\">Dengan kembali digelar di Jakarta, lanjutnya, pemerintah terkesan tidak konsisten dalam memperkuat posisi IKN melalui langkah-langkah simbolik.<\/p>\n<h3 data-start=\"1435\" data-end=\"1479\">Dampak Ekonomi dan Sosial untuk Kaltim<\/h3>\n<p data-start=\"1480\" data-end=\"1745\">Politisi asal Kaltim itu juga menilai, pelaksanaan upacara kenegaraan di IKN seharusnya bisa membawa manfaat luas, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta mempercepat penyesuaian masyarakat terhadap peran baru Kaltim sebagai tuan rumah ibu kota negara.<\/p>\n<p data-start=\"1747\" data-end=\"1973\">\u201cKehadiran kegiatan berskala nasional mampu memberi dorongan ekonomi dan memperkuat transisi peran Kaltim. Kalau hanya kesiapan yang jadi alasan, saya rasa itu bisa diatasi. Infrastruktur dasar kita sudah memadai,\u201d bebernya.<\/p>\n<h3 data-start=\"1975\" data-end=\"2016\">Kritik terhadap Pertimbangan Teknis<\/h3>\n<p data-start=\"2017\" data-end=\"2249\">Ia menyayangkan jika alasan pemerintah semata karena pertimbangan teknis dan kesiapan infrastruktur. Menurutnya, justru momen HUT RI ke-80 harus dimanfaatkan sebagai ajang pembuktian kesiapan IKN menggelar acara berskala nasional.<\/p>\n<p data-start=\"2251\" data-end=\"2424\">\u201cSimbol-simbol negara harus mulai dialihkan ke IKN, agar transisi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan juga aspek simbolik dan institusional,\u201d jelasnya.<\/p>\n<h3 data-start=\"2426\" data-end=\"2460\">Harapan untuk Masa Depan IKN<\/h3>\n<p data-start=\"2461\" data-end=\"2661\">Syarifatul menegaskan, jika upacara kenegaraan seperti HUT RI tetap dipusatkan di Jakarta, maka perpindahan ibu kota hanya sebatas pemindahan gedung, bukan pemindahan substansial pusat pemerintahan.<\/p>\n<p data-start=\"2663\" data-end=\"2884\">\u201cMomen HUT RI seharusnya dimanfaatkan untuk menampilkan wajah baru Indonesia. Ini saat yang tepat untuk menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia telah memasuki era baru dengan pusat pemerintahan yang baru pula,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Anggota DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya\u2019diah, mengaku kecewa dengan keputusan Pemerintah Pusat yang menetapkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 digelar di Jakarta, alih-alih di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menurutnya, keputusan tersebut mencederai semangat pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim, sekaligus melemahkan posisi IKN [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4576,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,170,5,7],"tags":[],"class_list":["post-4575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dprd-kalimantan-timur","category-nasional","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4575"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4577,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4575\/revisions\/4577"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}