{"id":4788,"date":"2025-10-29T05:26:17","date_gmt":"2025-10-29T05:26:17","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=4788"},"modified":"2025-11-01T05:28:27","modified_gmt":"2025-11-01T05:28:27","slug":"pemuda-bontang-didorong-jadi-generasi-inovatif-dan-melek-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/10\/29\/pemuda-bontang-didorong-jadi-generasi-inovatif-dan-melek-digital\/","title":{"rendered":"Pemuda Bontang Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Melek Digital"},"content":{"rendered":"<p>Bontang &#8211; Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Lapangan Lang-Lang Bessai Berinta, Rabu (29\/10\/2025), menjadi momentum penting bagi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang untuk menegaskan arah pembinaan generasi muda di era digital. Kepala Bidang Pemuda Dispopar-Ekraf Bontang, Idhamsyah, menyampaikan pentingnya menjadikan pemuda sebagai agen perubahan yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.<\/p>\n<p>Menurutnya, dinamika kehidupan pemuda saat ini sangat dipengaruhi oleh digitalisasi dan keterbukaan informasi. Karena itu, setiap program yang dijalankan pihaknya diarahkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.<\/p>\n<p>\u201cSetiap kegiatan kami, baik pelatihan maupun seminar, seluruh prosesnya sudah dilakukan secara digital. Mulai dari pendaftaran peserta hingga pengelolaan data semuanya berbasis aplikasi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Langkah tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap transformasi digital di kalangan pemuda. Tak hanya itu, Idhamsyah menekankan pentingnya mendorong anak muda untuk berkreasi dan berinovasi. Ia menilai, menuju Indonesia Emas 2045, generasi berusia produktif 16\u201330 tahun harus memiliki kemampuan adaptif dan daya saing tinggi.<\/p>\n<p>\u201cKalau tidak kita bekali dengan kemampuan dan inovasi sejak sekarang, maka generasi muda kita tidak akan siap menghadapi 2045. Pemuda Bontang harus bisa bergerak, menggiring perubahan, dan menjadi bagian dari kemajuan bangsa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga berpesan agar para pemuda menjauhi sikap malas dan pasif. Ia menilai, semangat aktif dan produktif menjadi kunci untuk menciptakan perubahan. .<\/p>\n<p>\u201cJangan mager! Teruslah berkreasi dan menciptakan inovasi, bukan hanya untuk Bontang, tapi juga untuk Kalimantan Timur dan Indonesia,\u201d ujarnya bersemangat.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Idhamsyah menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai salah satu indikator keberhasilan pembinaan generasi muda. Ia menyebut, saat ini pihaknya tengah menjalankan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kepemudaan untuk meningkatkan nilai IPP Bontang, terutama pada domain kelima yakni peran gender.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini, peran gender menjadi salah satu indikator yang masih rendah. Kami berupaya memperkuat keterlibatan perempuan dalam organisasi kepemudaan dan kegiatan sosial. Karena laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dalam berkontribusi untuk pembangunan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Untuk mendukung hal itu, Dispopar-Ekraf Bontang telah melaksanakan sejumlah kegiatan bertema pemberdayaan perempuan, seperti Seminar Perempuan Hebat dan Mental Health untuk Perempuan, yang seluruh narasumbernya berasal dari kalangan perempuan inspiratif.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya, perempuan Bontang semakin percaya diri, aktif di organisasi, dan berperan nyata di masyarakat,\u201d tutupnya. (Ra)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bontang &#8211; Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Lapangan Lang-Lang Bessai Berinta, Rabu (29\/10\/2025), menjadi momentum penting bagi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang untuk menegaskan arah pembinaan generasi muda di era digital. Kepala Bidang Pemuda Dispopar-Ekraf Bontang, Idhamsyah, menyampaikan pentingnya menjadikan pemuda sebagai agen perubahan yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4789,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4],"tags":[],"class_list":["post-4788","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4788"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4788\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4790,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4788\/revisions\/4790"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}