{"id":4855,"date":"2025-11-04T08:02:24","date_gmt":"2025-11-04T08:02:24","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=4855"},"modified":"2025-11-07T08:04:38","modified_gmt":"2025-11-07T08:04:38","slug":"berencana-jalin-kerja-sama-dengan-swasta-dispopar-siap-kembangkan-wisata-sungai-belanda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/11\/04\/berencana-jalin-kerja-sama-dengan-swasta-dispopar-siap-kembangkan-wisata-sungai-belanda\/","title":{"rendered":"Berencana Jalin Kerja Sama Dengan Swasta, Dispopar Siap Kembangkan Wisata Sungai Belanda"},"content":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang terus berupaya mengembangkan potensi wisata Sungai Belanda yang berada di kawasan pesisir. Namun, pengelolaan kawasan ini masih menemui sejumlah kendala, terutama terkait status aset dan keterkaitannya dengan kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).<\/p>\n<p>Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bontang, Muhammad Ihsan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan survei langsung ke lokasi untuk memetakan potensi dan tantangan yang ada.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah survei ke Sungai Belanda. Kendala kami di pariwisata ini masalah aset, karena itu juga bersentuhan dengan Taman Nasional Kutai. Selain itu, lokasinya juga di pesisir laut,\u201d ujar Ihsan, Selasa (4\/11\/2025).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam pengembangan kawasan tersebut. Pasalnya, pembangunan di beberapa titik sungai masih terbatas pada wilayah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.<\/p>\n<p>\u201cNanti kami merencanakan pola kerja sama dengan swasta, karena kalau pemkot mungkin hanya bisa di susur sungai tertentu yang bisa dibangun. Tapi yang berhubungan dengan TNK akan kita diskusikan dengan pihak TNK, supaya potensi destinasi Sungai Belanda ini bisa dimaksimalkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Dispopar juga berencana melengkapi fasilitas pendukung serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai pelatihan.<\/p>\n<p>\u201cKita mencoba pelan-pelan lengkapi fasilitasnya dan SDM-nya kita tingkatkan melalui pelatihan,\u201d tambah Ihsan.<\/p>\n<p>Menurutnya, Sungai Belanda memiliki daya tarik unik yang berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan, terutama jika ditata dengan baik. Ia bahkan membandingkan kawasan Bontang Kuala dan Sungai Belanda dengan destinasi wisata sungai di Jepang.<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya kalau kita bisa rapikan situ menarik loh Bontang Kuala itu. Bisa seperti di Jepang yang destinasi wisatanya menggunakan kapal kayu dan tongkat bambu untuk menelusuri sungai. Alurnya mirip dengan Bontang Kuala,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dengan rencana kolaborasi dan peningkatan fasilitas ini, Dispopar berharap kawasan Sungai Belanda dapat menjadi salah satu ikon wisata baru yang memperkuat citra Bontang sebagai kota pesisir yang ramah wisata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang terus berupaya mengembangkan potensi wisata Sungai Belanda yang berada di kawasan pesisir. Namun, pengelolaan kawasan ini masih menemui sejumlah kendala, terutama terkait status aset dan keterkaitannya dengan kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bontang, Muhammad Ihsan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan survei langsung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4856,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,145],"tags":[],"class_list":["post-4855","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-bontang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4855","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4855"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4855\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4857,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4855\/revisions\/4857"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}