{"id":5123,"date":"2025-11-16T11:45:13","date_gmt":"2025-11-16T11:45:13","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=5123"},"modified":"2025-11-16T11:45:13","modified_gmt":"2025-11-16T11:45:13","slug":"dari-nol-hingga-bersertifikat-lpk-diamort-dan-disnaker-bontang-gelar-pelatihan-tata-kecantikan-siapkan-puluhan-perias-baru-professional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/11\/16\/dari-nol-hingga-bersertifikat-lpk-diamort-dan-disnaker-bontang-gelar-pelatihan-tata-kecantikan-siapkan-puluhan-perias-baru-professional\/","title":{"rendered":"Dari Nol hingga Bersertifikat: LPK Diamort dan Disnaker Bontang Gelar Pelatihan  Tata Kecantikan, Siapkan puluhan Perias Baru Professional"},"content":{"rendered":"<p>BONTANG \u2014 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Diamort bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang menggelar pelatihan tata kecantikan kulit yang menyasar perempuan dari berbagai latar belakang. Program ini mencakup materi makeup dasar, rias panggung, perawatan wajah, hingga manicure dan pedicure.<\/p>\n<p>Pelatihan tersebut digelar di Jalan Tennis, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang yang dimulai 27 Oktober dan berakhir pada Minggu, 16 Novermber 2025<\/p>\n<p>Direktur LPK Diamort, Luhur Budi Rahayuningsih, mengatakan pelatihan digelar untuk membuka peluang usaha baru bagi warga. Menurut dia, keterampilan merias memiliki potensi ekonomi yang langsung bisa dimanfaatkan peserta.<\/p>\n<p>\u201cBelajar makeup itu secara tidak langsung sudah membuka peluang kerja. Dari tetangga yang hajatan saja bisa jadi pintu awal menjadi perias profesional,\u201d kata Luhur.<\/p>\n<p>Sebanyak 28 peserta mengikuti proses seleksi sebelum masuk kelas guna memastikan pelatihan tepat sasaran. Peserta yang diprioritaskan adalah mereka yang belum memiliki keterampilan dan berkomitmen ingin mandiri secara ekonomi.<\/p>\n<p>Pelatihan berlangsung 20 hari, ditutup dengan uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi, (BNSP) .<\/p>\n<p>Luhur menyebut lembaganya tetap memberi pendampingan setelah pelatihan, termasuk peminjaman peralatan rias bagi peserta yang siap memulai usaha.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya, peserta terutama dari keluarga kurang mampu dan orang tua tunggal bisa membuka jasa rias sendiri dan meningkatkan ekonomi keluarga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5124 size-full\" src=\"https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/31-2.jpg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/31-2.jpg 1600w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/31-2-300x135.jpg 300w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/31-2-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/31-2-768x346.jpg 768w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/31-2-1536x691.jpg 1536w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/31-2-750x338.jpg 750w, https:\/\/kosakata.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/31-2-1140x513.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p>Instruktur pelatihan, Susilowati, mengatakan peserta menunjukkan perkembangan pesat sejak hari pertama. Materi yang diajarkan meliputi makeup harian, teknik facial, perawatan tangan dan kuku, hingga rias panggung yang digunakan sebagai materi uji kompetensi.<\/p>\n<p>\u201cMayoritas peserta belum pernah ikut pelatihan. Tapi saat ujian, hasilnya jauh lebih baik dari awal,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Susilowati, kesulitan yang paling sering ditemui adalah teknik pembauran kosmetik, terutama bagi ibu rumah tangga yang menjadi peserta dominan. Namun, latihan yang berulang membuat kemampuan mereka meningkat.<\/p>\n<p>\u201cLetak kosmetik cepat hafal, tapi teknik blending memang butuh waktu. Mengajar juga perlu kesabaran karena mereka benar-benar mulai dari nol,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Meski penuh tantangan, Susilowati menyebut suasana kelas berlangsung hidup dan memberi pengalaman berharga bagi seluruh peserta.<\/p>\n<p>Salah satu peserta, Dewi Despiani, mengaku mengikuti pelatihan karena kesulitan merias diri saat bertugas sebagai pembawa acara (MC). Ia kerap bermasalah dengan eyeliner, bulu mata, dan alis yang tidak simetris.<\/p>\n<p>\u201cDi sini semuanya diajarkan detail. Cara memasang bulu mata, memilih foundation, shading dalam dan luar, sampai makeup siang dan malam,\u201d kata Dewi.<\/p>\n<p>Menurut Dewi, materi yang diberikan instruktur seperti Susilowati, Ririn, dan Luhur sangat lengkap. Setelah pelatihan, ia merasa lebih percaya diri tampil sendiri tanpa jasa perias.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Dewi berencana mengembangkan kemampuannya menjadi peluang bisnis.<\/p>\n<p>\u201cMungkin mulai dari door to door dulu ke tetangga yang punya acara. Kalau sudah mampu, baru buka salon,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia berharap ada dukungan lanjutan berupa bantuan peralatan atau modal usaha dari pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cPeralatan dari pelatihan ada, tapi terbatas. Bantuan modal tentu sangat membantu agar kami bisa langsung memulai,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Program pelatihan yang digelar LPK Diamort bersama Disnaker Bontang ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan, meningkatkan keterampilan, sekaligus mendorong kemandirian peserta dalam dunia kecantikan. Diakhir pelatihan 28 peserta tersebut mengikut uji kompetensi sebagai hasil pelatihan yang digelar selama 20 har yang diuji lansung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi, (BNSP) di Lokasi pelatihan, Jalan Tennis, KelurahanApi-Api, Bontang Utara, Kota Bontang<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2014 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Diamort bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang menggelar pelatihan tata kecantikan kulit yang menyasar perempuan dari berbagai latar belakang. Program ini mencakup materi makeup dasar, rias panggung, perawatan wajah, hingga manicure dan pedicure. Pelatihan tersebut digelar di Jalan Tennis, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang yang dimulai 27 Oktober dan berakhir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,145,8],"tags":[],"class_list":["post-5123","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-bontang","category-ekonomi-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5123","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5123"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5123\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5126,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5123\/revisions\/5126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}