{"id":5147,"date":"2025-11-25T10:52:11","date_gmt":"2025-11-25T10:52:11","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=5147"},"modified":"2025-11-25T10:52:43","modified_gmt":"2025-11-25T10:52:43","slug":"raih-17-medali-perbakin-bontang-sabet-juara-umum-cabor-menembak-popda-ppu-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/11\/25\/raih-17-medali-perbakin-bontang-sabet-juara-umum-cabor-menembak-popda-ppu-2025\/","title":{"rendered":"Raih 17 Medali, Perbakin Bontang Sabet Juara Umum Cabor Menembak POPDA PPU 2025"},"content":{"rendered":"<p>Bontang \u2013 Kontingen Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Bontang tampil gemilang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Penajam Paser Utara (PPU) 2025. Cabang olahraga (cabor) menembak menjadi lumbung medali bagi Kota Bontang setelah menyapu bersih 17 medali, terdiri dari 9 emas, 4 perak, dan 4 perunggu.<\/p>\n<p>Ketua Perbakin Bontang, Firman, menyebut capaian tersebut melampaui ekspektasi awal. Target empat emas di awal kejuaraan justru berlipat lebih dari dua kali.<\/p>\n<p>\u201cKita hanya menargetkan empat emas. Tetapi anak-anak mampu memberikan sembilan emas. Ini pencapaian luar biasa dan menjadi kontribusi terbesar untuk Kota Bontang sejauh ini,\u201d ujar Firman.<\/p>\n<p>Ia memastikan seluruh perlombaan menembak telah rampung, dan berdasarkan klasemen akhir, Bontang resmi menjadi juara umum cabor menembak POPDA PPU 2025.<\/p>\n<p>Menurut Firman, terdapat tiga atlet yang tampil dominan dan menyumbang lebih dari satu medali. Ketiganya merupakan atlet berpengalaman yang sebelumnya telah mencetak prestasi nasional hingga dunia.<\/p>\n<p>\u201cMereka sudah tidak diragukan. Baru beberapa bulan lalu ikut kejuaraan dunia di Bali dan meraih juara. Mereka juga langganan juara Jurnas, PON, bahkan POPNAS,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara\u00a0 itu,\u00a0 Pelatih Perbakin Bontang Edy\u00a0 Efendy menjelaskan, Perbakin Bontang memiliki program pembinaan jangka panjang lewat Sekolah Menembak bagi atlet usia SD, SMP, hingga SMA. Namun, ia mengakui fasilitas latihan masih sangat terbatas.<\/p>\n<p>Dalam keseharian, latihan rutin diadakan dua kali sepekan. Namun menjelang kejuaraan besar seperti POPDA, intensitas latihan ditingkatkan menjadi setiap hari.<\/p>\n<p>\u201cLapangan menembak kita belum punya. Selama ini kami hanya menggunakan fasilitas yang dipinjamkan. Karena itu pembinaan masih sebatas pengurus dan anak-anak sekolah menembak,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selama pendampingan, Edy mengaku sangat bangga dengan perjuangan sembilan atlet yang diturunkan ke POPDA 2025. Totalitas para atlet menjadi kunci keberhasilan mereka.<\/p>\n<p>\u201cAda yang harus pindah dari satu lapangan ke lapangan lain, menjalani dua nomor sekaligus, dan mereka tetap fokus. Semangat mereka luar biasa,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Firman dan Edy sepakat bahwa prestasi ini menjadi bukti kualitas pembinaan menembak di Bontang. Mereka berharap dukungan pemerintah daerah semakin kuat, khususnya terkait pembangunan fasilitas latihan.<\/p>\n<p>\u201cMudah-mudahan kami selalu mendapat support. Terutama dari Pemerintah Kota Bontang,\u201d ujar Firman.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kapolres Bontang, yang selama ini menjadi \u201cbapak angkat\u201d bagi Perbakin dengan menyediakan lapangan latihan.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih kepada bapak Kapolres\u00a0 Bontang AKBP Widho Anriano S.I.K., M.,Si\u00a0 karena selama\u00a0 ini sudah\u00a0 menyediakan\u00a0 fasilitas pembinaan\u00a0 yakni\u00a0 lapangan\u00a0 tembak sebagai tempat atlit menembak\u00a0 Bontang berlatih,&#8221; pungkasnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bontang \u2013 Kontingen Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Bontang tampil gemilang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Penajam Paser Utara (PPU) 2025. Cabang olahraga (cabor) menembak menjadi lumbung medali bagi Kota Bontang setelah menyapu bersih 17 medali, terdiri dari 9 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Ketua Perbakin Bontang, Firman, menyebut capaian tersebut melampaui ekspektasi awal. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5148,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,11],"tags":[],"class_list":["post-5147","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-olahraga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5147"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5147\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5150,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5147\/revisions\/5150"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}