{"id":5272,"date":"2025-11-24T12:06:16","date_gmt":"2025-11-24T12:06:16","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=5272"},"modified":"2025-12-05T12:07:46","modified_gmt":"2025-12-05T12:07:46","slug":"bontang-targetkan-prestasi-di-adwi-2025-dispopar-ekraf-dorong-semangat-pokdarwis-bangkitkan-pariwisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/11\/24\/bontang-targetkan-prestasi-di-adwi-2025-dispopar-ekraf-dorong-semangat-pokdarwis-bangkitkan-pariwisata\/","title":{"rendered":"Bontang Targetkan Prestasi di ADWI 2025, Dispopar-Ekraf Dorong Semangat Pokdarwis Bangkitkan Pariwisata"},"content":{"rendered":"<p>Kosakata.co, Bontang &#8211; Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan desa wisata melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2025. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pariwisata, Muhammad Ihsan.<\/p>\n<p>Ihsan mengatakan bahwa tahun sebelumnya Bontang masih berada pada tahap penilaian tingkat provinsi. Ia menjelaskan, Dispopar-Ekraf kembali mengajukan Bontang Baru sebagai perwakilan Kota Bontang untuk bertarung di ADWI.<\/p>\n<p>\u201cBontang Baru tahun ini kembali kita masukkan di provinsi. Tahun lalu Bontang Baru sudah menjadi Pokdarwis atau desa wisata terbaik di Kota Bontang dan terbaik kedua di tingkat provinsi,\u201d ujarnya, Senin (24\/11\/2025).<\/p>\n<p>Ia menambahkan, capaian peringkat kedua tersebut mengukuhkan posisi Bontang sebagai salah satu daerah yang serius menggarap sektor pariwisata berbasis komunitas.<\/p>\n<p>\u201cKita kemarin terbaik kedua setelah Balikpapan. Tapi semuanya tetap kita ikutkan dalam proses ADWI. Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar,\u201d kaya dia.<\/p>\n<p>Tahun ini, ADWI menghadirkan sejumlah kategori penilaian yang lebih luas. Ihsan menyampaikan bahwa Bontang mengikuti kategori kelompok sadar wisata (Pokdarwis).<\/p>\n<p>\u201cKategori yang kita ambil adalah kelompok darwis. Targetnya? Tentu juara. Yang jelas kita harapkan yang terbaik,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Ihsan, tujuan utama keikutsertaan Bontang bukan semata-mata mengejar penghargaan, melainkan membangkitkan semangat pengelola wisata agar terus berkembang.<\/p>\n<p>\u201cKalau anugerah atau hadiah itu bonus. Yang paling utama adalah membangkitkan semangat pariwisata di Kota Bontang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya penguatan SDM dan perbaikan bertahap di berbagai destinasi wisata. Melalui bimbingan teknis dan pendampingan, Dispopar-Ekraf berharap seluruh Pokdarwis memiliki kapasitas yang semakin baik.<\/p>\n<p>\u201cPelan-pelan kita benahi destinasinya, pelan-pelan kita benahi SDM-nya. Harapannya Bontang bisa menjadi salah satu referensi pariwisata yang maju, bahkan nasional,\u201d jelas Ihsan.<\/p>\n<p>Menutup keterangannya, Ihsan menyebut momentum pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai peluang besar bagi daerah sekitar, termasuk Bontang.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya dengan IKN, daerah sekitar juga ikut terdampak. Di sisi pariwisata, kita harus mempersiapkan diri. Itu yang terus kami upayakan,\u201d pungkasnya. (Ra)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kosakata.co, Bontang &#8211; Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan desa wisata melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2025. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pariwisata, Muhammad Ihsan. Ihsan mengatakan bahwa tahun sebelumnya Bontang masih berada pada tahap penilaian tingkat provinsi. Ia menjelaskan, Dispopar-Ekraf kembali mengajukan Bontang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5273,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,145],"tags":[],"class_list":["post-5272","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-bontang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5272","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5272"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5272\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5274,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5272\/revisions\/5274"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5273"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5272"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5272"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5272"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}