{"id":5288,"date":"2025-11-24T12:20:43","date_gmt":"2025-11-24T12:20:43","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=5288"},"modified":"2025-12-05T12:22:09","modified_gmt":"2025-12-05T12:22:09","slug":"dispopar-dorong-optimalisasi-pelataran-bontang-kuala-fokus-tingkatkan-ekonomi-warga-lewat-sektor-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2025\/11\/24\/dispopar-dorong-optimalisasi-pelataran-bontang-kuala-fokus-tingkatkan-ekonomi-warga-lewat-sektor-wisata\/","title":{"rendered":"Dispopar Dorong Optimalisasi Pelataran Bontang Kuala, Fokus Tingkatkan Ekonomi Warga Lewat Sektor Wisata"},"content":{"rendered":"<p>Kosakata.co, Bontang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dispopar-Ekraf terus mengoptimalkan pembangunan Pelataran Bontang Kuala sebagai pusat aktivitas wisata baru. Kepala Bidang Pariwisata, Muhammad Ihsan, menyebut pelataran tersebut akan menjadi ruang strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.<\/p>\n<p>\u201cPelataran ini bukan sekadar fasilitas publik, tetapi juga pendorong roda ekonomi masyarakat melalui aktivitas wisata yang akan tumbuh di sekitarnya,\u201d kata Ihsan, Senin (24\/11\/2025).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa setiap wisatawan yang datang akan membawa dampak ekonomi berlapis. Mulai dari penggunaan jasa parkir, konsumsi makanan di restoran, hingga peningkatan okupansi penginapan.<\/p>\n<p>\u201cPotensi PAD akan muncul dari berbagai sektor. Ada parkir, restoran, penginapan, hingga kegiatan wisata. Dampaknya tidak hanya untuk pemerintah, tetapi juga langsung dirasakan masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di luar PAD, Ihsan menilai nilai strategis pelataran terletak pada efek jangka panjang bagi pelaku usaha lokal. Kawasan Bontang Kuala, yang dikenal dengan karakter sosial budaya khas serta lanskap pesisirnya, dinilai memiliki daya tarik wisata yang sangat kuat.<\/p>\n<p>\u201cKawasan ini punya kekuatan budaya dan keunikan pemukiman pesisir. Itu daya tarik besar bagi wisatawan Nusantara maupun luar negeri,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dispopar-Ekraf juga tengah menyiapkan skema pengelolaan pujasera di area pelataran. Menurut Ihsan, konsep awalnya mengarah pada sistem sewa, namun pihaknya masih melakukan kajian agar kebijakan tersebut tidak memberatkan pelaku UMKM.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin skema pengelolaan yang tidak membebani masyarakat, tapi tetap bisa mendukung biaya pemeliharaan pelataran,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pelataran Bontang Kuala sendiri ditargetkan rampung pada Desember dan akan digunakan untuk Pesta Laut Bontang Kuala sebagai event perdana. Dispopar berharap momentum ini menjadi awal bagi peningkatan kunjungan wisata di kawasan pesisir kota.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap pelataran ini menjadi magnet baru dan memperkuat identitas Bontang Kuala sebagai destinasi utama di Bontang,\u201d pungkasnya. (Ra)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kosakata.co, Bontang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dispopar-Ekraf terus mengoptimalkan pembangunan Pelataran Bontang Kuala sebagai pusat aktivitas wisata baru. Kepala Bidang Pariwisata, Muhammad Ihsan, menyebut pelataran tersebut akan menjadi ruang strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir. \u201cPelataran ini bukan sekadar fasilitas publik, tetapi juga pendorong roda ekonomi masyarakat melalui aktivitas wisata yang akan tumbuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5289,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-5288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5288"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5288\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5290,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5288\/revisions\/5290"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}