{"id":5613,"date":"2026-05-13T10:18:42","date_gmt":"2026-05-13T10:18:42","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=5613"},"modified":"2026-05-14T10:20:27","modified_gmt":"2026-05-14T10:20:27","slug":"wali-kota-bontang-sebut-silpa-rp260-miliar-dipengaruhi-efisiensi-dan-transfer-dana-di-akhir-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2026\/05\/13\/wali-kota-bontang-sebut-silpa-rp260-miliar-dipengaruhi-efisiensi-dan-transfer-dana-di-akhir-tahun\/","title":{"rendered":"Wali Kota Bontang Sebut Silpa Rp260 Miliar Dipengaruhi Efisiensi dan Transfer Dana di Akhir Tahun"},"content":{"rendered":"<p>BONTANG &#8211; Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menjelaskan besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Pemerintah Kota Bontang tahun anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp260 miliar bukan disebabkan banyaknya program yang gagal terlaksana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Neni, besarnya Silpa lebih banyak dipengaruhi faktor efisiensi anggaran serta masuknya dana transfer dari pemerintah pusat maupun provinsi pada akhir tahun anggaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSilpa itu sebagian besar berasal dari efisiensi. Kemudian ada juga dana transfer daerah yang masuk di akhir tahun sehingga tidak sempat lagi digunakan,\u201d ujarnya, Rabu (13\/5\/2026).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menegaskan, angka Silpa tersebut tidak sepenuhnya berasal dari kegiatan yang tidak berjalan. Sebab, menurutnya, hampir tidak mungkin seluruh nilai Rp260 miliar itu berasal dari program yang batal dilaksanakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain transfer daerah, peningkatan penerimaan pajak dan sumber pendapatan lainnya juga ikut memengaruhi besarnya Silpa tahun lalu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Neni menjelaskan, dalam pelaksanaan anggaran setiap organisasi perangkat daerah (OPD) memang mengajukan rencana penggunaan anggaran per triwulan. Namun realisasi pencairan belum tentu langsung sesuai target karena menyesuaikan kondisi keuangan daerah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPos anggaran memang tersedia, tetapi pencairannya dilakukan bertahap dan disesuaikan kemampuan keuangan daerah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia juga menyebut, beberapa kegiatan yang bergeser atau belum terlaksana bukan karena persoalan administrasi, melainkan karena penyesuaian kondisi pendanaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meski demikian, Neni menilai kondisi keuangan Bontang masih cukup baik dibanding sejumlah daerah lain. Salah satu alasannya karena Pemkot Bontang tidak memiliki utang kepada pihak ketiga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKeuntungan Bontang, kita tidak punya utang ke pihak ketiga. Jadi kondisi fiskal kita relatif aman,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, keberadaan Silpa justru membantu pemerintah daerah menjaga kestabilan pembiayaan di awal tahun anggaran, termasuk untuk kebutuhan pembayaran gaji pegawai pada triwulan pertama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSilpa itu akhirnya bisa membantu kebutuhan tahun berikutnya, termasuk pembayaran gaji di awal tahun,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG &#8211; Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menjelaskan besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Pemerintah Kota Bontang tahun anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp260 miliar bukan disebabkan banyaknya program yang gagal terlaksana. &nbsp; Menurut Neni, besarnya Silpa lebih banyak dipengaruhi faktor efisiensi anggaran serta masuknya dana transfer dari pemerintah pusat maupun provinsi pada akhir tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5614,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,145],"tags":[],"class_list":["post-5613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-bontang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5613"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5613\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5615,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5613\/revisions\/5615"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}