{"id":5677,"date":"2026-06-24T07:44:38","date_gmt":"2026-06-24T07:44:38","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=5677"},"modified":"2026-07-06T07:52:01","modified_gmt":"2026-07-06T07:52:01","slug":"pelatihan-hantaran-tuk-diamort-dan-disnaker-bontang-siap-cetak-pelaku-usaha-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2026\/06\/24\/pelatihan-hantaran-tuk-diamort-dan-disnaker-bontang-siap-cetak-pelaku-usaha-baru\/","title":{"rendered":"Pelatihan Hantaran TUK Diamort dan Disnaker Bontang Siap Cetak Pelaku Usaha Baru"},"content":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Sebanyak 28 peserta mengikuti Pelatihan Hantaran yang diselenggarakan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Diamort bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang dengan didampingi dua instruktrur. Yakni, Susilowati dan Ninik Andayani.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Program yang berlangsung selama 20 hari tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan membuat hantaran, mahar, dan suvenir, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru berbasis ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pelatihan ditutup dengan pelaksanaan uji kompetensi yang melibatkan penguji dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Hantaran. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan telah memenuhi standar kompetensi minimal yang dipersyaratkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Direktur TUK Diamort,Luhur Budi Rahayuningsih, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha mandiri yang dapat dijalankan dari rumah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis membuat hantaran, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai karakter desain yang mengangkat unsur budaya lokal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSelain keterampilan teknis, peserta juga belajar karakter desain khas daerah agar produk hantaran memiliki identitas dan nilai budaya,\u201d ujarnya usai pelaksanaan uji kompetensi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Luhur menjelaskan, usaha hantaran memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena permintaan pasar terhadap jasa pembuatan hantaran, mahar, dan suvenir terus ada, terutama untuk kebutuhan pernikahan maupun acara keluarga lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cUsaha hantaran tidak membutuhkan modal besar dan bisa dikerjakan dari mana saja. Ini cocok menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Peserta Penuhi Standar Kompetensi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penguji dari LSK Hantaran, Dhyna Roestianti , menilai peserta telah berhasil memenuhi standar kompetensi dasar yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meski demikian, ia menegaskan bahwa kompetensi yang diperoleh selama pelatihan harus terus dikembangkan agar mampu mengikuti perubahan tren dan kebutuhan pasar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cStandar kompetensi yang diuji sudah terpenuhi, tetapi peserta perlu terus berlatih dan mengembangkan kreativitas agar mampu mengikuti kebutuhan pasar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Dhyna, inovasi menjadi faktor penting dalam industri hantaran yang terus berkembang. Pelaku usaha dituntut mampu menghadirkan desain yang kreatif dan sesuai dengan keinginan pelanggan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia juga mendorong peserta memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPeserta muda memiliki keunggulan dalam pemanfaatan teknologi. Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan hasil karya dan membangun usaha dari rumah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sertifikasi Kompetensi Tingkatkan Pengakuan Tenaga Kerja<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, penguji LSK Hantaran lainnya, Fatimah Alwie, menjelaskan pentingnya sertifikasi kompetensi yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, sertifikasi memberikan pengakuan terhadap kemampuan seseorang berdasarkan kompetensi yang dimiliki, bukan semata-mata berdasarkan jenjang pendidikan formal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fatimah menjelaskan bahwa peserta yang telah memiliki sertifikat kompetensi berhak memperoleh pengakuan sesuai jenjang sertifikasi yang dicapai. Sistem tersebut menjadi solusi bagi tenaga kerja terampil yang ingin meningkatkan posisi dan kesempatan kerja tanpa harus menempuh pendidikan formal dalam waktu panjang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSertifikasi menjadi bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi yang diakui. Ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan peluang kerja,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, Fatimah mengingatkan peserta agar terus berinovasi dan mengikuti perkembangan tren hantaran yang terus berubah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKetika terjun ke dunia usaha, peserta harus mampu mengembangkan inovasi sendiri agar memiliki nilai tambah dan daya saing,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Peserta Siap Kembangkan Usaha Rumahan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Salah seorang peserta, Yehezkiel awondatu, mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan keterampilan baru selama mengikuti pelatihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan ketertarikannya mengikuti pelatihan karena memiliki minat pada kegiatan kreatif seperti membuat seserahan, bunga, dan berbagai kerajinan tangan lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selama pelatihan, peserta mempelajari teknik membuat kreasi dari handuk, seperti bentuk ikan dan panda, serta pembuatan tas dari kain khusus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKarena saya memang suka membuat seserahan, bunga, dan berbagai kerajinan lainnya, jadi tertarik mengikuti pelatihan ini untuk menambah ilmu dan pengalaman,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ke depan, Yehezkiel berencana memanfaatkan keterampilan tersebut untuk menerima pesanan hantaran maupun tas sesuai kebutuhan pelanggan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKalau ada yang memesan tas atau hantaran, insyaallah saya siap membuat sesuai keinginan pelanggan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia juga berencana menyiapkan berbagai contoh produk di rumah sebagai sarana promosi sekaligus langkah awal membangun usaha mandiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha berbasis keterampilan yang produktif, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menjadi bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif di Kota Bontang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Sebanyak 28 peserta mengikuti Pelatihan Hantaran yang diselenggarakan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Diamort bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang dengan didampingi dua instruktrur. Yakni, Susilowati dan Ninik Andayani. &nbsp; &nbsp; Program yang berlangsung selama 20 hari tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan membuat hantaran, mahar, dan suvenir, tetapi juga mendorong [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5678,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,145,8],"tags":[],"class_list":["post-5677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-bontang","category-ekonomi-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5677"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5677\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5679,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5677\/revisions\/5679"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}