{"id":5869,"date":"2026-06-26T10:13:55","date_gmt":"2026-06-26T10:13:55","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=5869"},"modified":"2026-08-31T10:28:28","modified_gmt":"2026-08-31T10:28:28","slug":"lindungi-umkm-bontang-dari-pinjol-ilegal-bima-etam-seri-14-tawarkan-solusi-pembiayaan-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2026\/06\/26\/lindungi-umkm-bontang-dari-pinjol-ilegal-bima-etam-seri-14-tawarkan-solusi-pembiayaan-aman\/","title":{"rendered":"Lindungi UMKM Bontang dari Pinjol Ilegal, BIMA ETAM Seri 14 Tawarkan Solusi Pembiayaan Aman"},"content":{"rendered":"<p>BONTANG &#8211; Maraknya penipuan berkedok investasi, praktik rentenir, hingga jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Menanggapi ancaman tersebut, Pemerintah Kota Bontang bergerak cepat membentengi para pelaku usaha lokal melalui penguatan literasi keuangan dan penyediaan akses modal yang legal.<\/p>\n<p>Langkah konkret ini diwujudkan melalui kegiatan Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) Seri 14: Goes to Bontang. Acara yang diinisiasi oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Kota Bontang ini sukses mengumpulkan 180 pelaku UMKM di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (26\/6\/2026).<\/p>\n<p>Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang membuka langsung acara tersebut, memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha agar tidak tergiur oleh tawaran pendanaan instan yang tidak jelas legalitasnya. Menurutnya, alih-alih membantu, instrumen keuangan ilegal seperti pinjol dan rentenir justru berpotensi besar menghambat, bahkan menghancurkan perkembangan usaha.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian dan komitmen kita bersama dalam mempertemukan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan yang kredibel, aman, dan aksesibel,&#8221; tegas Neni dalam sambutannya.<\/p>\n<p>Neni menambahkan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah yang menjaga stabilitas ekonomi keluarga sekaligus menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu, pemerintah bersama pemangku kepentingan bertanggung jawab untuk membangun ekosistem usaha yang sehat dan aman dari praktik-praktik kecurangan finansial.<\/p>\n<p>Melalui BIMA ETAM Seri 14 ini, para pelaku UMKM tidak hanya diajarkan cara mengelola manajemen keuangan yang baik, tetapi juga langsung dipertemukan dengan lembaga jasa keuangan yang legal, salah satunya Bankaltimtara. Sinergi ini digarap bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Sementara itu, pihak Bank Indonesia Kalimantan Timur melaporkan bahwa ini merupakan kali kedua BIMA ETAM menyambangi Kota Bontang. Program kolaboratif ini sengaja terus diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Kaltim dengan misi utama: memperluas akses pembiayaan yang aman sekaligus meningkatkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) demi melindungi masyarakat dari jerat keuangan ilegal.<\/p>\n<p>Melalui ruang konsultasi yang disediakan, 180 UMKM yang hadir diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk menemukan skema pembiayaan yang paling tepat, aman, dan bebas dari risiko penipuan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG &#8211; Maraknya penipuan berkedok investasi, praktik rentenir, hingga jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Menanggapi ancaman tersebut, Pemerintah Kota Bontang bergerak cepat membentengi para pelaku usaha lokal melalui penguatan literasi keuangan dan penyediaan akses modal yang legal. Langkah konkret ini diwujudkan melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5873,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,145],"tags":[],"class_list":["post-5869","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-bontang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5869"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5870,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5869\/revisions\/5870"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}