{"id":6219,"date":"2026-08-24T13:42:21","date_gmt":"2026-08-24T13:42:21","guid":{"rendered":"https:\/\/kosakata.co\/?p=6219"},"modified":"2026-09-21T13:43:51","modified_gmt":"2026-09-21T13:43:51","slug":"tpa-terancam-penuh-dprd-desak-tps-3r-segera-dioptimalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/2026\/08\/24\/tpa-terancam-penuh-dprd-desak-tps-3r-segera-dioptimalkan\/","title":{"rendered":"TPA Terancam Penuh, DPRD Desak TPS 3R Segera Dioptimalkan"},"content":{"rendered":"<p>Bontang &#8211; Pengelolaan sampah di Kota Bontang dinilai perlu segera dibenahi menyusul ancaman kapasitas tempat pembuangan sampah yang diperkirakan semakin terbatas dalam dua tahun ke depan. Di tengah kondisi tersebut, efektivitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang masih berada di bawah 50 persen menjadi perhatian DPRD Kota Bontang.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, meminta Pemerintah Kota Bontang tidak menunggu hingga kapasitas tempat pengolahan akhir (TPA) benar-benar penuh untuk melakukan pembenahan. Menurutnya, pengurangan sampah dari sumber harus mulai digenjot melalui optimalisasi TPS 3R.<\/p>\n<p>\u201cKalau tingkat keberhasilan TPS 3R masih di bawah 50 persen, ini harus segera dievaluasi. Jangan sampai kita baru bergerak ketika kapasitas TPA sudah benar-benar habis,\u201d kata Sahib, Senin (24\/8\/2026).<\/p>\n<p>Sahib menilai TPS 3R memiliki peran strategis untuk menekan volume sampah yang masuk ke tempat pengolahan akhir. Pemilahan dan pengolahan sejak dari sumber dinilai dapat memperpanjang masa pemanfaatan TPA sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap lokasi pembuangan akhir.<\/p>\n<p>Namun, upaya tersebut masih menghadapi persoalan infrastruktur. Fasilitas pengelolaan sampah di Bontang dinilai belum sepenuhnya mampu menunjang penerapan TPS 3R secara maksimal.<\/p>\n<p>\u201cMemang harus diakui, infrastruktur pengelolaan sampah kita masih kurang. Kalau fasilitasnya belum memadai, bagaimana kita mau mengoptimalkan TPS 3R?\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sahib juga menyoroti proyeksi kapasitas tempat pembuangan sampah yang semakin mendesak. Jika tidak ada pengurangan sampah dari hulu, pemerintah disebut harus menyiapkan lokasi alternatif ketika kapasitas TPA mencapai batas maksimal.<\/p>\n<p>\u201cDalam dua tahun ke depan, tempat pembuangan sampah ini diperkirakan tidak lagi mampu menampung seluruh sampah. Karena itu, kita harus menyiapkan langkah alternatif dari sekarang, bukan setelah TPA penuh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan evaluasi terhadap TPS 3R yang sudah berjalan, memperbaiki fasilitas yang belum memadai, serta menyusun skema pengelolaan sampah yang mampu mengurangi beban TPA.<\/p>\n<p>Menurut Sahib, penambahan atau pencarian lokasi pembuangan baru bukan satu-satunya solusi. Pengurangan sampah dari sumber harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pengolahan.<\/p>\n<p>\u201cMasalah sampah ini tidak bisa hanya diselesaikan di hilir. Kalau dari hulunya tidak dikurangi, berapa pun tempat yang kita siapkan pada akhirnya akan penuh juga,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bontang &#8211; Pengelolaan sampah di Kota Bontang dinilai perlu segera dibenahi menyusul ancaman kapasitas tempat pembuangan sampah yang diperkirakan semakin terbatas dalam dua tahun ke depan. Di tengah kondisi tersebut, efektivitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang masih berada di bawah 50 persen menjadi perhatian DPRD Kota Bontang. Wakil Ketua Komisi C [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6220,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4,145,138],"tags":[],"class_list":["post-6219","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita","category-bontang","category-dprd-bontang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6219"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6219\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6221,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6219\/revisions\/6221"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kosakata.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}