BONTANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Andi Faizal Sofian Hasdam menyatakan kekecewaannya dengan dicoretnya proyek Jalan Tol dan Kilang Minyak dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) berikut 4 fakta soal tersebut yang diungkapkannya.
- Jalan Tol Bukan Hanya Kebutuhan Bontang
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Andi Faizal Sofian Hasdam sangat menyayangkan informasi bahwa kementerian Koordinator Perekonomian menghapus Proyek Jalan Tol, sementara menurut dia jalan tol tentu menjadi kebutuhan bukan hanya bagi masyarakat Bontang tapi juga kebutuhan, Kutai Timur dan Berau
” Saat ini kita hanya pilihan melalui jalur poros, yang kita tahu jalannya juga banyak rusak dan sering terjadi kecelakaan, ” ujar anak mantan walikota Bontang ini
2 Bontang Daerah Penyanggah IKN
Menurut politikus Bontang yang biasa disapa Bang Faiz ini ketika prioritas pembangunan Indonesia saat ini ke IKN , lalu akses penghubung IKN ke daerah penyangga malah justru di coret oleh kementrian itu yang membuat masyarakat kecewa.
” Saya saat IKN sudah mulai di fungsikan. akses penghubung daerah penyanggah juga seharusnya sudah bisa di gunakan,” ujarnya
- Legislatif, Pemkot dan Masyarakat Bontang Akan Protes ke Pusat.
Menyikapi keputusan yang mengecewakan itu. Ketua DPRD bersama masyarakat akan mengajak Pemkot Bontang menyampaikan kekecewaannya ke Provinsi Kalimantan Timur dan juga ke kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta
” Kalau ini digaungkan semoga bisa mengubah keputusan menteri tersebut,” harap Bang Faiz.
- Jalan Tol Keputusan Menteri, Kilang Minyak Keputusan Perpres.
Menurut Bang Faiz proyek jalan tol dicoret atas keputusan Kementerian Koordinator Perekonomian sedangkan Proyek Kilang Minyak sendiri atas peraturan Presiden (Perpres)
” Ketika perpres sudah di ganti nantinya, kita meminta pemerintah lebih proaktif dalam mendatangkan Investor ke Bontang ,banyak kok potensi yang bisa di tawarkan di daerah industri ini,” beber Bang Faiz.
- Soal Kilang Minyak Hanya Soal Lahan
Kata pimpinan legislatif Bontang ini, terkait permasalahan kilang sendiri tidak ada, hanya proses pembebasan lahan kilang saja yang di ketahui masih belum ketemu nilai jual yang cocok antara pembeli dengan pemilik lahan .
“Saat ini masih ada dua opsi untuk lahannya, di daerah Pagung dan daerah terbang layang, ” terangnya.(#)

