Bontang – Reses masa sidang kedua DPRD Kota Bontang yang digelar selama dua hari, 23-24 April 2025, menyedot perhatian publik. Di Kelurahan Lok Tuan, lebih dari 200 konstituen hadir menyampaikan aspirasi langsung kepada Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Sitti Yara.
Salah satu isu yang mendapat sorotan tajam adalah keluhan seputar sulitnya pelajar dan mahasiswa mendapatkan tempat untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) di perusahaan sekitar.
Dalam dialog bersama warga, Sitti Yara menerima banyak keluhan dari para orang tua dan siswa terkait keterbatasan kesempatan bagi anak-anak mereka untuk bisa PKL di perusahaan sekitar. Ia menyebut, permasalahan ini bukan hal baru dan terus muncul setiap masa reses.
“Keluhan utama warga kali ini adalah sulitnya anak-anak kita untuk diterima PKL di perusahaan. Padahal, PKL ini adalah bagian penting dari penyelesaian pendidikan mereka, terutama di tingkat SMK dan perguruan tinggi,” ujar Sitti Yara
Ia menegaskan bahwa Lok Tuan merupakan wilayah bufferzone dari kawasan industri besar, dan seharusnya perusahaan di sekitar wilayah ini bisa lebih terbuka menerima anak-anak lokal untuk menjalankan praktik industri.
“Saya harap perusahaan-perusahaan besar di Bontang, khususnya di wilayah bufferzone seperti Lok Tuan, bisa lebih peduli terhadap generasi muda. Mereka adalah masa depan daerah ini,” tegasnya.
Sitti Yara menyatakan bahwa persoalan ini akan ia dorong ke tingkat DPRD agar mendapat perhatian lebih serius.
“Insya Allah akan saya teruskan ke meja DPRD dan akan masuk dalam laporan hasil reses kami nanti,” tambahnya.

Selain isu PKL, aspirasi masyarakat juga mengarah pada persoalan distribusi jaringan gas rumah tangga (jargas).
Warga mengeluhkan ketimpangan distribusi jargas di Kota Bontang, di mana masih banyak rumah tangga belum terjangkau fasilitas tersebut.
Sitti Yara menyampaikan bahwa jargas kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat, terlebih dalam kondisi sulitnya akses terhadap gas elpiji tabung kecil.
“Jargas adalah kebutuhan utama masyarakat. Pemerataan pasokan ini sangat penting agar tidak ada kecemburuan sosial, apalagi saat gas tabung 3 kg sulit ditemukan di pasaran,” jelasnya.
Ia pun mendorong agar pemerintah dan pihak terkait dapat mempercepat pemerataan jaringan gas di seluruh wilayah Bontang. “Harapan kami, ke depan setiap rumah tangga bisa menikmati fasilitas jargas, agar lebih efisien dan merata,” pungkasnya.
Terakhir, Sitti Yara menyampaikan berkomitmen agar semua aspirasi masyarakat, terutama soal PKL dan jargas, untuk dijadikan bahan pembahasan lebih lanjut dalam sidang DPRD.
“Seluruh masukan yang disampaikan warga akan segera ditindaklanjuti demi terciptanya kebijakan yang adil dan merata untuk semua,” tutupnya

