BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga merupakan program gratis dan tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Neni menanggapi adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum di lapangan terhadap warga penerima program jargas nasional.
“Saya kira semua tindakan yang melanggar aturan ya salah. Harus pertama dikonfirmasi, betul atau enggak, apakah hanya sebatas isu. Kalau memang betul, ya dipanggil oleh pelaksana yang pemenang tendernya. Enggak boleh kejadian itu,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Neni, pemerintah telah berulang kali melakukan sosialisasi bahwa pemasangan jargas tidak dipungut biaya. Sosialisasi dilakukan melalui media online, media sosial, hingga koordinasi bersama RT dan dinas terkait.
“Sosialisasi melalui media online bahwa tidak dipungut bayaran, sosialisasi dengan dinas terkait dalam hal ini bagian sosial ekonomi, saya kira sudah berulang-ulang disampaikan,” katanya.
Ia menilai peran RT sangat penting dalam menyampaikan informasi program pemerintah kepada masyarakat, terutama program nasional seperti jargas.
“Fungsi RT penting banget menyampaikan bahwa itu gratis, tidak dipungut bayaran. Kalau RT menginformasikan, masyarakat pasti tahu,” jelasnya.
Neni juga menyayangkan apabila ada oknum yang memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pribadi karena dapat mencoreng pelaksanaan program pemerintah pusat.
“Kasihan, programnya sudah digratiskan, tiba-tiba ada oknum-oknum di lapangan bekerja seperti itu yang enggak boleh,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah sebenarnya telah menyampaikan bahwa tidak semua warga yang mendaftar bisa langsung mendapatkan sambungan jargas karena kuota yang tersedia terbatas.
“Akan dipasang jargas, tapi tidak semua titik yang sudah diusulkan bisa dapat. Disesuaikan dengan kuota dari Kementerian ESDM. Yang mendaftar lebih dari 20 ribu, sementara kuotanya sekitar 10.500,” pungkasnya.

