Bontang — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang masih terus berupaya mencari lahan strategis untuk pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang baru. Saat ini, MPP Bontang beroperasi di lantai empat Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), namun dinilai kurang ideal sebagai lokasi pelayanan publik terpadu.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyebutkan bahwa lokasi saat ini kurang representatif, baik dari sisi aksesibilitas maupun kenyamanan. “Kami menyadari posisi MPP di Pasar Tamrin bukan tempat yang paling strategis. Apalagi untuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, akses ke atas cukup menyulitkan,” ujarnya, ketika ditemui di kantornya, Selasa (27/05/2025) siang
Selain kendala akses, lingkungan pasar yang cenderung ramai dan berpotensi menimbulkan aroma kurang sedap turut menjadi pertimbangan. Hal ini dinilai bisa mengganggu kenyamanan masyarakat saat mengurus layanan administrasi.
“Dari sisi estetika juga kurang elok. Namanya Mal Pelayanan Publik, citranya harus bersih, ramah, dan nyaman. Kalau posisinya berdampingan dengan aktivitas pasar, tentu itu jadi tantangan tersendiri,” tambahnya.
DPM-PTSP pun kini mempertimbangkan sejumlah alternatif lahan kosong milik pemerintah. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah kawasan HOP, yang dinilai strategis karena berada di tengah kota dan mudah diakses. Namun demikian, lahan tersebut saat ini berstatus taman kota sehingga pemanfaatannya memerlukan keputusan kebijakan dari pemerintah daerag.
“Ada alternatif di kawasan HOP, secara lokasi bagus sekali. Tapi statusnya sebagai taman kota tentu perlu pertimbangan lebih lanjut. Kami menunggu arahan pimpinan, apakah memungkinkan dibangun MPP di situ,” kata Aspiannur.
MPP Bontang sendiri merupakan wadah terpadu berbagai layanan administrasi dari instansi vertikal, pemerintah daerah, dan BUMN/BUMD. Sejak beroperasi, keberadaan MPP dinilai telah memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik dalam satu tempat.
“Kami ingin keberadaan MPP ini betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar formalitas. Lokasi yang nyaman dan mudah dijangkau adalah salah satu faktor utamanya,” pungkasnya.

