No Result
View All Result
  • Login
kosakata.co
Advertisement
  • HOME
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • POLITIK
    • HUKUM & KRIMINAL
    • EKONOMI & BISNIS
  • OLAHRAGA
  • ADVERTORIAL
  • GAYA HIDUP
  • GRAFIS
  • VIDEO
  • RAGAM
No Result
View All Result
  • Login
kosakata.co
No Result
View All Result

Kritik Pemangkasan DBH dari Menkeu Purbaya, Akademisi Unmul Sebut Pemerintah Pusat Egois dan Sentralistik

Ahmad Ahmad by Ahmad Ahmad
November 1, 2025
in ADVERTORIAL, EKONOMI & BISNIS, NASIONAL
0
Kritik Pemangkasan DBH  dari Menkeu Purbaya, Akademisi Unmul Sebut Pemerintah Pusat Egois dan Sentralistik
0
SHARES
95
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah pusat memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Provinsi Kalimantan Timur hingga sekitar 77 persen, dari potensi semula Rp8,6 triliun menjadi hanya Rp1,6 triliun. Pemotongan drastis ini dinilai memperlemah kemampuan daerah dalam membiayai program strategis, termasuk sekolah gratis yang membutuhkan dana lebih dari Rp2,1 triliun tahun depan.

Untuk itu, sistem perhitungan DBH ini dinilai tidak berpihak kepada daerah penghasil, dengan banyaknya potongan administratif dan beban pengeluaran wajib (mandatory spending) yang justru membuat daerah kehilangan porsi pendapatan yang semestinya.

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menyebut kebijakan yang diambil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, sebagai bentuk “egoisme fiskal” pemerintah pusat yang mengebiri hak daerah penghasil.

“Menurut saya egois dan sentralistik, semena-mena tanpa memberikan alasan yang jelas,” tegasnya, Sabtu (1/11/2025).

Ia menyebut, sikap pemerintah pusat yang seolah menyalahkan rendahnya serapan anggaran daerah sebagai alasan pemangkasan DBH adalah bentuk pengalihan isu.

Akar persoalan justru dinilainya, terletak pada tata kelola dana publik yang tidak transparan, baik di pusat maupun di daerah.

“Kalau bicara daya serap, memang rendah. Tapi itu bukan alasan untuk memotong hak daerah. Justru yang harus dilakukan adalah memperbaiki sistem penyaluran dan pengawasan dana, bukan menariknya ke Jakarta,” tegasnya.

Purwadi bahkan menyebut sikap Kemenkeu dan Purbaya sebagai contoh nyata sentralisasi gaya lama yang mengabaikan semangat otonomi.

Ia menilai kebijakan fiskal Indonesia masih terjebak dalam logika kolonial, pusat menguasai sumber daya, sementara daerah hanya menadah ampas.

“Kita ini seperti mencuci piring kotor setelah pesta orang pusat. Yang menikmati kemewahan adalah oligarki di Jakarta, sedangkan rakyat di Kaltim masih berhadapan dengan kemiskinan, stunting, dan jalan rusak,” sindirnya.

Ia mengingatkan, dengan dana sebesar Rp5 triliun yang kini masih ‘ngendon’ di kas daerah tanpa penjelasan pasti, publik berhak tahu di mana uang itu disimpan dan siapa yang menikmati bunganya.

“Kalau Rp1 triliun saja bunganya bisa Rp60 miliar per tahun, bayangkan berapa besar nilai yang berputar tanpa kejelasan akuntabilitas. Kita minta pejabat publik dan DPRD jujur, uang itu di mana, di giro atau deposito, dan siapa yang mengendalikannya,” kata Purwadi.

Dalam pandangannya, masalah DBH tidak bisa dipisahkan dari moralitas pejabat publik daerah yang lemah dan tidak berani bersuara.

“Kita ini sering kalah sebelum berperang. Belum sempat menembakkan peluru argumentasi ke pusat, kita sudah tidur duluan. Padahal rakyat butuh pembelaan nyata,” ucapnya dengan nada geram.

Ia menyoroti pula ketimpangan logis antara anggaran besar yang dikelola daerah dan capaian pembangunan yang minim.

Daya serap APBD Kaltim yang masih di bawah 60 persen hingga akhir Oktober dianggapnya cerminan birokrasi yang lamban, tidak efisien, dan cenderung takut mengambil keputusan.

“Sementara pejabatnya bergaji dan bertunjangan besar, pegawai honorer di pedalaman banyak yang belum dibayar. Itu ketidakadilan struktural,” ujarnya.

Ia menilai, jika pemerintah pusat ingin memperkuat integrasi fiskal, semestinya diawali dengan kejujuran dan keterbukaan data.

“Jangan semua dikontrol dari Jakarta, seolah hanya mereka yang tahu bagaimana uang rakyat harus dibelanjakan. Kaltim, Papua, dan daerah penghasil lain harus dilibatkan penuh dalam formulasi kebijakan fiskal nasional,” katanya.

Purwadi pun mendesak agar DPR RI dan kepala daerah di Kaltim bersatu menyuarakan perlawanan fiskal secara konstitusional.

“Kalau perlu, setahun saja Kaltim stop setor hasil tambang ke pusat, biar mereka tahu rasanya tanpa sumbangan daerah. Faktanya, uang yang ditahan di pusat lebih banyak tidak terserap dan malah mengendap dalam sistem perbankan,” tandasnya.

Sempat menyinggung rendahnya serapan anggaran di daerah, Purwadi paparkan rincian dana pemda yang mengendap di perbankan, sebagai berikut:

1. Provinsi Kalimantan Timur:

Rp4.967.270.000.000 2. Kabupaten Berau: Rp1.590.970.000.000 3. Kabupaten Kutai Kartanegara: Rp500.500.000.000 4. Kabupaten Kutai Barat:. Rp2.369.100.000.000 5. Kabupaten Kutai Timur: Rp2.031.740.000.000 6. Kabupaten Paser: Rp588.490.000.000 7. Kota Balikpapan: Rp1.131.480.000.000 8. Kota Bontang: Rp883.060.000.000 9. Kota Samarinda: Rp469.980.000.000 10. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU): Rp 283.110.000.000 11. Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu): Rp652.270.000.000

Total dana mengendap di Kalimantan Timur: Rp 15.467.970.000.000. (RED).

 

 

 

Previous Post

Soal Siswa ‘Gemulai’, Neni Moerniaeni Minta Pendataan: “Jangan Dinormalisasi”

Next Post

Disporapar Bontang Sukses Gelar Festival Band Rock se-Kaltim, Revife Band Jadi Juara Utama

Next Post
Disporapar Bontang Sukses Gelar Festival Band Rock se-Kaltim, Revife Band Jadi Juara Utama

Disporapar Bontang Sukses Gelar Festival Band Rock se-Kaltim, Revife Band Jadi Juara Utama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Puluhan Karyawan PT Livia Andalan Indonesia Tuntut Gaji 2 Bulan dan Kepastian THR, Pihak Perusahaan Mengaku Kekurangan Anggaran
  • Sebar Berkah di Penghujung Ramadan, DPC PKB Bontang Salurkan Paket Sembako ke Warga
  • Pengurus Baru Lebih Menyala, DPC PKB Bontang Bakal Rutin Santuni Anak Yatim dan Warga Miskin
  • PKB Bontang Santuni 80 Anak Yatim di Bulan Ramadan, Firman: Perkuat Ukhuwah dan Khidmat untuk Masyarakat
  • Ramadhan Edu-Care Movement: KIPAN Bontang Edukasi Santri Bahaya Narkoba dan Bullying

Komentar Terbaru

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Saber

    © 2021 kosakata.co

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
      • NASIONAL
      • INTERNASIONAL
      • POLITIK
      • HUKUM & KRIMINAL
      • EKONOMI & BISNIS
    • OLAHRAGA
    • ADVERTORIAL
    • GAYA HIDUP
    • GRAFIS
    • VIDEO
    • RAGAM

    © 2021 kosakata.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    news-1701

    sabung ayam online

    yakinjp

    yakinjp

    rtp yakinjp

    slot thailand

    yakinjp

    yakinjp

    yakin jp

    yakinjp id

    maujp

    maujp

    maujp

    maujp

    sabung ayam online

    sabung ayam online

    judi bola online

    sabung ayam online

    judi bola online

    slot mahjong ways

    slot mahjong

    sabung ayam online

    judi bola

    live casino

    sabung ayam online

    judi bola

    live casino

    SGP Pools

    slot mahjong

    sabung ayam online

    slot mahjong

    SLOT THAILAND

    138000511

    138000512

    138000513

    138000514

    138000515

    138000516

    138000517

    138000518

    138000519

    138000520

    138000521

    138000522

    138000523

    138000524

    138000525

    article 138000526

    article 138000527

    article 138000528

    article 138000529

    article 138000530

    article 138000531

    article 138000532

    article 138000533

    article 138000534

    article 138000535

    article 138000536

    article 138000537

    article 138000538

    article 138000539

    article 138000540

    article 138000541

    article 138000542

    article 138000543

    article 138000544

    article 138000545

    article 138000546

    article 138000547

    article 138000548

    article 138000549

    article 138000550

    article 138000551

    article 138000552

    article 138000553

    article 138000554

    article 138000555

    article 138000556

    article 138000557

    article 138000558

    article 138000559

    article 138000560

    article 138000561

    article 138000562

    article 138000563

    article 138000564

    article 138000565

    article 138000566

    article 138000567

    article 138000568

    article 138000569

    article 138000570

    158000406

    158000407

    158000408

    158000409

    158000410

    158000411

    158000412

    158000413

    158000414

    158000415

    article 158000416

    article 158000417

    article 158000418

    article 158000419

    article 158000420

    article 158000421

    article 158000422

    article 158000423

    article 158000424

    article 158000425

    article 158000426

    article 158000427

    article 158000428

    article 158000429

    article 158000430

    article 158000431

    article 158000432

    article 158000433

    article 158000434

    article 158000435

    article 158000436

    article 158000437

    article 158000438

    article 158000439

    article 158000440

    208000421

    208000422

    208000423

    208000424

    208000425

    208000426

    208000427

    208000428

    208000429

    208000430

    208000431

    208000432

    208000433

    208000434

    208000435

    article 208000436

    article 208000437

    article 208000438

    article 208000439

    article 208000440

    article 208000441

    article 208000442

    article 208000443

    article 208000444

    article 208000445

    article 208000446

    article 208000447

    article 208000448

    article 208000449

    article 208000450

    article 208000451

    article 208000452

    article 208000453

    article 208000454

    article 208000455

    article 208000456

    article 208000457

    article 208000458

    article 208000459

    article 208000460

    article 208000461

    article 208000462

    article 208000463

    article 208000464

    article 208000465

    article 208000466

    article 208000467

    article 208000468

    article 208000469

    article 208000470

    208000436

    208000437

    208000438

    208000439

    208000440

    208000441

    208000442

    208000443

    208000444

    208000445

    208000446

    208000447

    208000448

    208000449

    208000450

    208000451

    208000452

    208000453

    208000454

    208000455

    228000271

    228000272

    228000273

    228000274

    228000275

    228000276

    228000277

    228000278

    228000279

    228000280

    228000281

    228000282

    228000283

    228000284

    228000285

    article 228000286

    article 228000287

    article 228000288

    article 228000289

    article 228000290

    article 228000291

    article 228000292

    article 228000293

    article 228000294

    article 228000295

    article 228000296

    article 228000297

    article 228000298

    article 228000299

    article 228000300

    article 228000301

    article 228000302

    article 228000303

    article 228000304

    article 228000305

    article 228000306

    article 228000307

    article 228000308

    article 228000309

    article 228000310

    article 228000311

    article 228000312

    article 228000313

    article 228000314

    article 228000315

    article 238000281

    article 238000282

    article 238000283

    article 238000284

    article 238000285

    article 238000286

    article 238000287

    article 238000288

    article 238000289

    article 238000290

    sumbar-238000256

    sumbar-238000257

    sumbar-238000258

    sumbar-238000259

    sumbar-238000260

    sumbar-238000261

    sumbar-238000262

    sumbar-238000263

    sumbar-238000264

    sumbar-238000265

    sumbar-238000266

    sumbar-238000267

    sumbar-238000268

    sumbar-238000269

    sumbar-238000270

    sumbar-238000271

    sumbar-238000272

    sumbar-238000273

    sumbar-238000274

    sumbar-238000275

    news-1701