Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang tengah menyiapkan program rutin bertajuk Culture Night (CFN) sebagai wadah penguatan dan promosi produk ekonomi kreatif (Ekraf) lokal.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Bontang, Dody, menjelaskan bahwa kegiatan ini masih dalam tahap pembahasan bersama berbagai pihak terkait, termasuk komunitas dan pelaku industri kreatif di Kota Taman.
“Ekonomi kreatif masih kita diskusikan dengan pihak terkait. Kita masih tentukan apakah akan digelar tiap minggu atau sebulan dua kali, karena kita banyak melibatkan komunitas. Yang jelas, kegiatan ini akan kita rutinkan,” ujar Dody, Senin (3/11/2025).
Ia menyebut, Dispopar akan melakukan survei terlebih dahulu buntuk menentukan lokasi-lokasi potensial yang bisa dijadikan tempat pertunjukan seni sekaligus area tenant bagi para pelaku usaha kreatif.
“Kita akan melihat mana lokasi yang berpotensi untuk tempat pertunjukan dan tenan-tenan. Rencananya, kegiatan akan berlangsung sebulan sekali atau dua kali. Konsepnya seperti yang diharapkan Wali Kota, agar setiap kelurahan atau wilayah punya kegiatan yang bisa memunculkan potensi lokal,” tambahnya.
Culture Night nantinya akan menggabungkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari seni pertunjukan, kuliner, kriya, fesyen, hingga musik dan fotografi.
Dody menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menampilkan satu jenis seni, tetapi menjadi ruang kolaborasi bagi semua pelaku industri kreatif di Bontang.
“Kita akan menggabungkan konsep pertunjukan seni dengan pelaku ekonomi kreatif lainnya, jadi bukan satu subsektor saja. Semua akan digabung dalam CFN itu,” jelasnya.
Ia berharap, melalui program Culture Night dapat menjadi magnet wisata baru sekaligus sarana memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Bontang.
“Itu sejalan dengan visi pemkot untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal,” tutupnya.

