BONTANG — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang tengah menyiapkan langkah baru untuk mendorong percepatan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Taman. Melalui program “Ekraf to School”, Dispopar akan melibatkan sekitar 150 hingga 200 pelajar SMA se-Kota Bontang sebagai generasi akselerator di sektor ekonomi kreatif.
Kabid Ekonomi Kreatif Dispopar Bontang, Dody, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membekali para pelajar pemahaman mengenai 17 subsektor ekonomi kreatif. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci penting karena mereka merupakan kelompok yang paling adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Sekarang pemerintah lagi gencar ekonomi kreatif. Ekraf ini mewadahi 17 subsektor. Ini bisa berjalan maksimal kalau kita libatkan pemuda sebagai akselerasi. Fungsi mereka sebagai akselerator, karena generasi sekarang yang melek teknologi,” ujar Dody, Sabtu (22/11/2025).
Sebagai bagian dari penguatan wawasan, Dispopar sebelumnya sudah menghadirkan salah satu artis FTV yang kini terjun dalam pembuatan konten digital dan video promosi.
Dody menyebutkan bahwa pelajar nantinya tidak hanya diajarkan sekadar membuat konten atau live streaming, tetapi diarahkan pada produksi konten berskala kolosal yang memiliki nilai ekonomi.
“Kita ajarin pelajar nanti salah satu konsepnya kolosal, jadi mereka bukan sekadar live-live, tapi juga bisa meningkatkan ekonomi kreatif,” tambahnya.
Dispopar Bontang memastikan peran mereka tetap menjadi akselerator dalam proses ini. Para pelajar yang berminat di bidang konten kreatif akan didampingi langsung, bahkan dipertemukan dengan pemilik produk lokal yang membutuhkan jasa promosi. Pendampingan tersebut mencakup penyediaan sarana prasarana, pelatihan, hingga fasilitasi kerja sama dengan pelaku usaha.
“Kita akan sandingkan pelajar dengan pemilik produk yang butuh jasa promosi. Kita siapkan sarana-prasarananya, pembimbingan, pelatihannya, termasuk memfasilitasi mereka dengan pemilik produk,” jelas Dody.
Program “Ekraf to School” dijadwalkan bergulir dalam waktu dekat dan diharapkan dapat menjadi ruang inkubasi bagi pelajar dalam menghasilkan karya sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif di Bontang.

