BONTANG — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang melalui Bidang Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang ekspresi bagi seluruh subsektor kreatif dan ragam budaya yang hidup di Kota Bontang.
Hal itu disampaikan Kabid Ekonomi Kreatif Dispopar, Dody saat kegiatan Pagelaran Seni Budaya & Kuliner Sunda di Stadion Bessai Berinta
Menurut Dody, penyelenggaraan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada seni Sunda, tetapi juga membuka ruang bagi seluruh subsektor ekonomi kreatif.
“Di Ekraf kita bisa mengangkat keseluruhan subsektor, total ada 17 subsektor. Seni pertunjukan ini tidak membatasi baik modern maupun tradisional,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bontang berupaya menghadirkan harmoni antara budaya leluhur dan kreativitas generasi masa kini.
“Kami di Pemkot membangun harmoni antara budaya leluhur dengan seni modern. Kita coba gabungkan dengan generasi muda agar seni terus hidup,” katanya.
Keragaman budaya di Bontang pun menjadi salah satu pertimbangan utama panitia dalam menyusun program acara. Dody menyebut, pihaknya sengaja tidak memilih satu daerah atau etnis tertentu.
“Bontang ini banyak etnis. Di CFN kemarin kita menampilkan culture budaya Bali yang dipadukan dengan seluruh paguyuban. Malam ini kita juga undang paguyuban lain, bukan hanya Jabar. Tahun kemarin seni Sulawesi. Ke depannya akan kami tampilkan secara bergantian,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Dispopar terus mencoba membangun ruang kolaborasi budaya melalui kegiatan ekonomi kreatif.
“Saya konsen di ekonomi kreatif, bukan hanya membangun tetapi juga menghimpun seluruh sektor termasuk seni budaya leluhur. Apa yang ada di CFN kita tarik semua ke sini,” tambahnya.
Pagelaran ini turut menghadirkan pertunjukan tari dari berbagai etnis, hingga suguhan kuliner khas Sunda. Untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal, Dispopar juga tetap menyisipkan tradisi Bontang di setiap acara.
“Seperti di CFN , kita tetap menghargai budaya lokal. Jadi setiap kegiatan akan kami suguhkan semua budaya yang ada di Bontang. di Seni Budaya Sunda sendiri kami menyajikan cemilan sederhana seperti kacang dan pisang rebus untuk warga yang menonton wayang golek, karena di daerahnya memang seperti itu ciri khasnya, ” tutup Dody.
Pagelaran Seni Budaya & Kuliner Sunda tahun ini diharapkan menjadi ruang pertemuan budaya yang memperkaya identitas Kota Bontang sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah.

