BONTANG – Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi pesisir kembali dikuatkan Pemerintah Kota Bontang melalui gelaran Festival Nelayan Kampung Bawis yang berlangsung di kawasan Berbas Pantai, Sabtu (9/5/2026).
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bontang, Dody Rosdiana, mengatakan festival ini dirancang untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif masyarakat pesisir dengan mengedepankan kearifan lokal.
Ia menyebut salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan identitas daerah melalui komoditas khas Ikan Bawis yang hanya terdapat di perairan Bontang.
“Melalui festival ini kami ingin memperkuat karakter ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan potensi pesisir yang dimiliki Kota Bontang,” ujar Dody.
Festival tersebut juga diramaikan dengan berbagai lomba, di antaranya lomba kreasi masakan bawis yang diikuti 16 peserta, lomba karaoke dengan 15 peserta, serta lomba balap ketinting yang diikuti sembilan peserta.
Dalam penjurian, Dispoparekraf melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga ahli Indonesian Chef Association, Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian Kota Bontang, hingga TP PKK Kota Bontang.
Selain mendorong inovasi kuliner, pemerintah juga berencana mendaftarkan hasil olahan ikan bawis sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk melindungi produk khas daerah.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa festival ini menjadi langkah awal penguatan ekonomi kreatif di kawasan pesisir Berbas Pantai melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah.
“Ini menjadi momentum awal pengembangan wilayah Berbas Pantai dengan mengangkat potensi lokal dan kolaborasi masyarakat,” kata Neni.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif harus diiringi dengan kesadaran menjaga lingkungan, termasuk kebersihan kawasan pesisir.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan melalui program GESIT atau Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku. Cintai lingkungan demi masa depan anak cucu kita,” ujarnya.

