SAMARINDA – Meskipun Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kaltim sebesar 0,4 persen pada Agustus 2023, menjadi 5,31 persen atau setara 103,590 orang, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin, mengungkapkan bahwa masalah pengangguran masih menjadi isu serius di wilayah tersebut.
Pertama-tama, Salehuddin menyampaikan bahwa kesulitan lulusan SMA dan perguruan tinggi dalam mencari pekerjaan di daerahnya sendiri adalah masalah serius yang tidak dapat diabaikan.
Meskipun terdapat penurunan TPT, pandangan Salehuddin menunjukkan bahwa perlu adanya upaya lebih maksimal dalam mengatasi pengangguran di Kaltim.
“Masalah pengangguran ini jadi urusan kita bersama. Namun, kami di DPRD berharap Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim jadi garda terdepan mengatasi hal itu,” ujar Salehuddin.
Salehuddin menilai bahwa dalam upaya pengentasan pengangguran, Pemerintah Provinsi tidak dapat memberikan upaya yang maksimal karena adanya fluktuasi tingkat pengangguran di beberapa kabupaten dan kota yang signifikan.
Oleh karena itu, ia mendesak agar Disnakertrans menjadi leading sektor dalam upaya pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang mengalami pengangguran tinggi di Kaltim.
==

