SAMARINDA – Meskipun terdapat penurunan angka kemiskinan di Kalimantan Timur (Kaltim), dari 6,31 persen pada tahun 2022 menjadi 6,11 persen pada tahun 2023, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin, menyadari bahwa permasalahan kemiskinan masih menjadi isu krusial di wilayah tersebut.
Pertama-tama, Salehuddin menyoroti perlunya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai solusi utama untuk mengurangi angka kemiskinan. Ia menyatakan bahwa masyarakat Kaltim perlu memiliki daya saing yang baik agar tidak tertinggal dengan daerah lain.
“Yang pertama harus kita benahi adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Agar masyarakat kita memiliki daya saing yang bagus. Serta, tidak tertinggal dengan daerah lain seperti daerah Jawa misalnya,” ungkapnya.
Menurut Salehuddin, peningkatan SDM di Kaltim dapat dimulai dari jenjang sekolah dan pembinaan bagi tenaga kerja. Memberikan keterampilan yang dapat meningkatkan potensi ekonomi mereka.
“Kemudian, pemerintah harus memberikan fasilitas serta program ataupun kerjasama dengan pihak perusahaan. Yang menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Salehuddin juga menekankan bahwa di Kaltim terdapat sekitar seribu lapangan usaha (LU) yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi angka kemiskinan. Baik dalam sektor pertambangan, migas, perkebunan, dan lain sebagainya.
“Mereka bisa menyerap tenaga kerja, maka diupayakan SDM nya lagi yang harus disesuaikan dengan kebutuhan,” jelas politisi Partai Golkar itu.
Solusi inovatif ini mencerminkan upaya Salehuddin untuk memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi masalah kemiskinan di Kaltim.

