BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang sedang dalam proses pembangunan tiang videotron yang akan menjadi bagian dari fasilitas untuk menunjang pelaksanaan upacara nasional di halaman instansi tersebut.
Pembangunan ini dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024 dan diharapkan dapat meningkatkan pengalaman bagi peserta dan tamu undangan saat mengikuti upacara.
Sekretaris DPMPTSP Bontang, Vinson, menjelaskan bahwa pembangunan tiang videotron merupakan langkah strategis untuk memberikan penyampaian informasi yang lebih efektif selama acara.
“Kita ingin memberikan inovasi dalam setiap upacara nasional yang kami selenggarakan di sini. Dengan adanya videotron, kami akan bisa menampilkan informasi penting secara real-time kepada para peserta,” katanya beberapa waktu lalu.
Proses pengerjaan tiang videotron sudah dimulai dan direncanakan akan rampung pada bulan Desember 2024. Vinson menargetkan agar pembangunan secara keseluruhan bisa dimulai pada bulan September 2024, menjelang berbagai upacara nasional yang akan datang.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk melengkapi sarana prasarana di DPMPTSP agar upacara yang diadakan bisa berlangsung lebih meriah dan informatif,” paparnya.
DPMPTSP Bontang sebelumnya sering menggunakan spanduk sebagai media informasi selama upacara, namun dengan hadirnya videotron, penyampaian pesan akan menjadi lebih menarik dan interaktif.
“Kami ingin menghilangkan kesan monoton dari penggunaan spanduk, sehingga informasi yang disampaikan lebih hidup dan mudah diakses oleh semua peserta,” jelasnya.
Dengan fasilitas videotron yang akan dipasang, DPMPTSP berharap setiap upacara nasional dapat berjalan dengan lebih baik. Ia percaya, dengan fasilitas yang memadai, pihaknya dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat dan menjadikan setiap upacara sebagai momen yang tidak terlupakan.
Keberadaan videotron ini diharapkan juga dapat memperkuat citra DPMPTSP sebagai instansi yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta menjadikan halaman mereka sebagai lokasi utama untuk upacara-upacara penting di Kota Bontang.

