Bontang–Ikatan Keluarga Bojonegoro (Ikagoro) Kalimantan Timur genap berusia 9 tahun. Perayaan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran paguyuban sebagai wadah silaturahmi dan pemberdayaan warga Bojonegoro yang merantau di Benua Etam.
Ketua Ikagoro Kaltim, Sutrisno, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah mampu memberi kontribusi nyata, khususnya dalam bidang ekonomi kerakyatan.
“Alhamdulillah, selama 9 tahun Ikagoro bisa memberikan dampak luar biasa di Kalimantan Timur. Mayoritas warga Bojonegoro di sini adalah pelaku usaha kecil yang ikut menggerakkan roda ekonomi,” ujarnya saat ditemui dalam perayaan ulang tahun Ikagoro di aula Hotel Akbar, Kelurahan Satimpo, Minggu (15/6/2025) pagi.
Menurut Sutrisno, saat ini jumlah anggota aktif Ikagoro mencapai 2.000an orang yang tersebar di berbagai kota/kabupaten di Kaltim. Namun ia mengakui masih banyak warga Bojonegoro yang belum tergabung secara resmi.
“Kami ingin ke depan, keberadaan Ikagoro makin dirasakan manfaatnya. Tidak hanya bagi warga Bojonegoro, tapi juga untuk masyarakat luas di Kalimantan Timur,” tambahnya.
Sobirin, Pembina Ikagoro Kaltim, turut memberikan pesan khusus. Ia mengapresiasi eksistensi Ikagoro sebagai satu-satunya paguyuban asal Jawa Timur yang aktif hingga tingkat provinsi.
“Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, sudah ada 5 wilayah yang aktif setiap tahun, seperti Berau, Kutai Timur, Bontang, Samarinda, dan Balikpapan. Ini bukti Ikagoro konsisten membangun jejaring dan sinergi,” ujar Sobirin.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan internal maupun antar paguyuban lintas suku dan budaya di Kalimantan Timur yang majemuk.
“Kami punya kegiatan mingguan dan bulanan untuk menjaga kekompakan. Di tanah rantau, budaya asal boleh dibawa, tapi budaya lokal tetap harus dihargai,” pesannya.
Sobirin berharap, selain menjadi wadah silaturahmi, Ikagoro juga menjadi motor penggerak ekonomi anggota.
“Jangan sampai ada warga Bojonegoro yang menganggur. Jika ada peluang usaha atau kerja, saling bantu dan berbagi informasi. Itulah semangat *guyub rukun* yang kami bangun,” tegasnya.
Sementara itu, Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang,Deddy Haryanto, yang mewakili Pemerintah Kota, menyampaikan apresiasi kepada warga asal Bojonegoro atas kiprah dan kontribusi mereka di berbagai sektor.
“Momen seperti ini adalah kesempatan untuk membangkitkan kembali semangat saling mendukung dan saling menguatkan, terutama di tengah keragaman kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Deddy menekankan bahwa warga Bojonegoro telah banyak memberikan kontribusi signifikan, terutama dalam sektor swasta, dengan membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian di Bontang dan Kalimantan Timur.
“Kami melihat banyak saudara-saudari kita dari Bojonegoro yang telah sukses membangun usaha dan menciptakan produk-produk ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh warga asal Bojonegoro untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui perusahaan-perusahaan yang produktif, kreatif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan akan lebih kuat jika dibarengi dengan sinergi harmonis antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah.
“Kita semua harus berperan menjaga suasana aman, damai, dan produktif di Bontang. Kami di pemerintah berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memperkuat sektor industri yang berbasis pada kebutuhan masyarakat,” jelas Deddy.
Ia juga menyinggung pentingnya semangat kekeluargaan dan nilai-nilai sosial dari kampung halaman yang harus terus dijaga, sebagai pondasi membangun kota yang humanis dan berorientasi pada manusia.
Menutup sambutannya, Deddy mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ikagoro yang telah mencapai usia sembilan tahun, seraya berharap agar organisasi ini terus menjadi wadah persatuan dan pemberdayaan warga Bojonegoro di tanah perantauan.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-9 kepada Ikatan Keluarga Bojonegoro. Teruslah menjadi bagian dari pembangunan daerah dan menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari kampung halaman,” pungkasnya

