BONTANG — Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kota Bontang bersama Duta Anti Narkoba Kota Bontang Tahun 2025 menggelar kegiatan bertajuk “Ramadhan Edu-Care Movement: Pesantren Anti Narkoba dan Pesantren Anti Perundungan” di Pondok Pesantren Nurul Ichsan, Kota Bontang, dalam rangka mengisi momentum bulan suci Ramadhan dengan kegiatan edukatif dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda, khususnya para santri, mengenai bahaya perundungan (bullying) serta penyalahgunaan narkoba yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, relasi sosial, hingga masa depan remaja.
Dalam kegiatan tersebut, para santri diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta risiko penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang cara bersikap suportif terhadap teman sebaya serta keberanian menolak ajakan yang berpotensi merugikan.
Program edukasi dikemas melalui pendekatan yang ramah anak dan remaja dengan menghadirkan berbagai aktivitas partisipatif. Di antaranya Edu-Talk interaktif, role play dan simulasi kasus, safe sharing session, hingga refleksi Ramadhan melalui penulisan surat untuk diri sendiri dengan tema “Alasan Aku Bertahan.”
Kegiatan juga diwarnai dengan deklarasi komitmen bersama bertajuk “You Matter Movement” yang bertujuan memperkuat nilai kepedulian, solidaritas, dan keberanian generasi muda untuk menolak perundungan maupun penyalahgunaan narkoba.
Puluhan santri dengan usia yang beragam tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, saling menghargai, dan mendukung satu sama lain.
Ketua KIPAN Kota Bontang, Nurul, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal dari gerakan edukasi yang akan terus diperluas ke berbagai lembaga pendidikan dan sosial di Kota Bontang.
“Program ini akan terus kami perluas ke berbagai pesantren dan juga panti asuhan di Kota Bontang. Kami meyakini pesantren merupakan ruang penting dalam proses character building generasi muda sekaligus tempat di mana pondasi nilai agama dan moral dibangun,” ujar Nurul.
Selain kegiatan edukatif, dalam momentum Ramadhan panitia juga menyalurkan santunan dan bingkisan kepada para santri sebagai bentuk kepedulian sosial. Hal ini sejalan dengan semangat Ramadhan yang tidak hanya mengajarkan menahan lapar dan haus, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, serta solidaritas terhadap sesama.
Melalui kegiatan Ramadhan Edu-Care Movement, KIPAN Kota Bontang berharap tumbuh kesadaran kolektif di kalangan generasi muda untuk menciptakan lingkungan yang aman, saling menghargai, serta bebas dari kekerasan dan narkoba.
Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan generasi yang kuat secara moral, sosial, dan spiritual,” pungkasnya

