BONTANG – Turnamen mini soccer Dispopar Cup 1 resmi ditutup dengan penuh semarak. Kegiatan yang digelar secara swadaya ini tidak hanya menghadirkan pertandingan kompetitif, tetapi juga menunjukkan kolaborasi kuat antar elemen di Kota Bontang.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami atas nama pemerintah kota menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga beserta seluruh tim panitia yang telah bekerja luar biasa. Kegiatannya terasa seperti piala dunia,” ujarnya, Kamus (30/4/2026).
Agus Haris menilai pertandingan final berlangsung sengit dengan permainan yang menarik serta menjunjung tinggi sportivitas. Ia pun mengucapkan selamat kepada Setwan FC yang berhasil meraih juara pertama.
“Selamat kepada Setwan yang berhasil menjadi juara. Ini jadi awal yang baik karena piala ini bersifat bergilir dan akan kembali digelar tahun depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan ada agenda turnamen lanjutan, sehingga para tim diminta untuk terus mempersiapkan diri.
“Tadi disampaikan, kemungkinan bulan Agustus akan ada lagi. Jadi tim yang sudah juara maupun yang belum, silakan bersiap dari sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim, bukan semata individu.
“Kegiatan ini murni swadaya. Ini bukan keberhasilan pribadi, tapi keberhasilan tim yang kurang lebih 20 hari menyiapkan acara ini tanpa anggaran APBD,” ungkapnya.
Ia menyebut, kegiatan ini juga melibatkan sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari pengembangan konsep sport tourism di Bontang.
“Kami menghadirkan ekonomi kreatif untuk menyemarakkan kegiatan. Selama kurang lebih 12 hari, perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp150 juta,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa olahraga yang dikolaborasikan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif mampu mendorong kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

