BONTANG – Kabar gembira datang bagi nelayan Kota Bontang. Aspirasi mereka untuk memiliki pabrik es dan cold storage segera terwujud pada tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kelautan, dan kehutanan ke Kota Bontang pada Selasa (12/8/2025)
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi IV DPR RI meninjau program ketahanan pangan Presiden Prabowo di daerah. Kesempatan itu dimanfaatkan nelayan Bontang untuk menyampaikan aspirasi mereka, yakni pembangunan fasilitas pabrik es dan cold storage berkapasitas 10 ton guna menjaga kualitas hasil tangkapan ikan.
Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh aspirasi nelayan. Menurutnya, fasilitas cold storage dan pabrik es sangat penting agar nelayan Indonesia tidak tertinggal dibanding negara lain.
“Bantuan untuk kapal tangkap ikan berupa cold storage dan pabrik es sudah selayaknya ada agar tidak ketinggalan dengan negara lain,” ucap Dadang.

Ia memastikan pembangunan fasilitas tersebut akan direalisasikan melalui sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan perusahaan-perusahaan di Bontang.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut baik komitmen tersebut. Ia menyatakan Pemkot Bontang akan segera mengambil langkah konkret dengan mengajukan proposal resmi ke KKP.
“Kami akan segera mengambil langkah memasukkan proposal pengajuan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar aspirasi para nelayan dapat terealisasi pada tahun 2026 mendatang,” ujarnya.
Pembangunan pabrik es dan cold storage dipandang sangat krusial bagi peningkatan kesejahteraan nelayan di Bontang. Selain membantu menjaga kualitas ikan hasil tangkapan, fasilitas ini juga mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya fasilitas penyimpanan modern, nelayan tidak lagi khawatir hasil tangkapannya cepat rusak, sehingga nilai jual ikan dapat lebih stabil dan menguntungkan.

