SAMARINDA – Ratusan driver ojek online (ojol) dan taksi online yang tergabung dalam Aliansi Mitra Kaltim Bersatu kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (…). Massa aksi berasal dari berbagai daerah, seperti Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong. Aksi ini tercatat sebagai kali kedelapan, dipicu oleh ketidaksesuaian tarif angkutan sewa khusus (ASK) yang dirasakan para driver dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam aksinya, para peserta membawa empat tuntutan utama, yaitu:
-
Meminta pemerintah menegakkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Tarif Angkutan Sewa Khusus (ASK) kepada seluruh aplikator yang beroperasi di Kaltim.
-
Menghapus seluruh program tarif murah yang dinilai merugikan driver.
-
Menindak aplikator yang melanggar SK Gubernur Kaltim terkait penetapan tarif ASK.
-
Menghadirkan perwakilan aplikator, mitra driver, dan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik atas persoalan ini.
Perwakilan driver roda dua, Yohanes, menyampaikan kekecewaannya atas sistem tarif yang diterapkan aplikator.
“Tarif yang diterapkan sekarang tidak sebanding dengan jarak tempuh kami di lapangan. Kami sering dirugikan dengan sistem pembagian yang tidak adil,” tegas Yohanes.

Hal senada juga diungkapkan perwakilan driver roda empat, Ivan, yang menilai kebijakan tarif semakin menekan mitra.
“Kami berharap pemerintah bisa menegakkan kembali aturan dan SK Gubernur yang sudah ditetapkan sebelumnya,” ujarnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kaltim, Heru Santosa, menegaskan pihaknya akan segera mengambil langkah tegas.
“Kami beri waktu dua kali dua puluh empat jam untuk penyesuaian tarif roda empat, dan sepuluh kali dua puluh empat jam untuk roda dua. Kalau tidak dipatuhi, aplikator akan kami kenakan sanksi penutupan sementara,” tegas Heru.
Aksi yang berlangsung selama tujuh jam ini akhirnya menghasilkan nota kesepakatan bersama antara perwakilan driver, pemerintah, dan pihak terkait. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem tarif dan menghadirkan keadilan bagi mitra ojol serta taksi online di Kalimantan Timur.

