SAMARINDA – Syafruddin resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kalimantan Timur (Kaltim) masa bhakti 2025-2030. Legislator DPR RI dapil Kaltim yang akrab disapa Udin ini menggantikan Rusman Ya’qub, Ketua IKA PMII Kaltim sebelumnya yang telah purna tugas.
Pemilihan berlangsung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5 IKA PMII Kaltim di Hotel Bumi Senyour Samarinda, Jumat (5/9/2025) dini hari. Momen terpilihnya Udin bahkan terjadi sebelum Muswil resmi dibuka, dan mendapat apresiasi dari peserta yang hadir.
Acara pembukaan Muswil dihadiri oleh Ketua IKA PMII Pusat Fathan Subkhi, yang sekaligus membuka agenda Muswil. Turut hadir Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wali Kota Samarinda Andi Harun, mantan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy, anggota DPD RI dapil Kaltim Yulianus Henock, serta Kepala Perwakilan BPK RI Kaltim Mochammad Suharyanto.
Ketua IKA PMII Pusat, Fathan Subkhi, menyebutkan bahwa IKA PMII merupakan wadah alumni untuk ikut berperan membangun bangsa, khususnya Kaltim. Ia menilai Muswil kali ini cukup unik.
“Muswilnya saja belum dibuka, Syafruddin sudah terpilih. Ini luar biasa,” ujar Fathan, disambut tepuk tangan peserta.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, juga menegaskan dukungan penuh kepada Syafruddin untuk memimpin IKA PMII Kaltim lima tahun ke depan.
“Tidak salah jika menjatuhkan pilihan kepada sahabat saya Syafruddin ini sebagai Ketua. Kapabilitasnya sudah tidak diragukan lagi,” kata Rudy.
Usai terpilih, Syafruddin menyampaikan orasi singkatnya. Ia menegaskan kesiapannya memimpin organisasi alumni PMII Kaltim dan berkomitmen merangkul semua elemen alumni.
“Menurut saya, semua alumni nantinya masuk dalam kepengurusan. Biarpun disebut ‘gemuk’, tidak masalah. Yang penting kebersamaan kita dalam membangun PMII ke depan, untuk bangsa dan negara,” tegas Udin.
Berdasarkan mandat persidangan, Syafruddin bersama enam formatur lainnya diberikan waktu 30 hari untuk menyusun kepengurusan. Formatur tersebut dipimpin Saparuddin sebagai ketua, M. Nasri sebagai sekretaris, dengan anggota Muhammad Khaidir, Ida Farida, dan Asman Aziz.

