BONTANG — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang membentuk tim sepak bola profesional masih belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Meski berbagai persiapan telah dilakukan, keterbatasan anggaran membuat proyek tersebut harus ditunda hingga tahun depan.
Persiapan awal tak hanya melibatkan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) dan 13 perusahaan yang sebelumnya menyatakan dukungan. Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bontang serta sejumlah pihak terkait juga turut dilibatkan dalam proses perencanaan pembentukan tim.
Namun, harapan masyarakat untuk segera menyaksikan kehadiran klub baru kebanggaan Kota Bontang harus diurungkan sementara waktu. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, membenarkan bahwa berbagai tahapan sudah berjalan, tetapi APBD tidak dapat digunakan karena anggaran tahun berjalan telah terserap sesuai pos masing-masing.
“Anggaran kebijakannya sudah tersalurkan semua,” ujar Agus Haris saat diwawancarai usai penutupan Turnamen Galatua U-50 di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Sabtu malam, 11 Oktober 2025.
Selain itu, Agus menyebut skema baru Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat mengalami penurunan signifikan sehingga Pemkot membutuhkan dukungan pendanaan tambahan di luar 13 perusahaan yang sudah berkomitmen.
“Rencana pemetaan sudah kami lakukan dan blueprint-nya sudah ada. Tetapi untuk tahun ini waktunya tidak memungkinkan,” katanya.

Agus memastikan Pemkot Bontang akan kembali memprioritaskan pembentukan tim pada 2026. Klub tersebut digadang-gadang akan diberi nama Bontang City, atau nama lain yang disepakati kemudian, agar Bontang dapat kembali memiliki wakil yang berlaga di Liga 3 atau bahkan Liga 2.
Menurut dia, pembentukan klub profesional bukan hanya ambisi pemerintah daerah, tetapi juga kebutuhan penting bagi masa depan pembinaan atlet sepak bola di Bontang.
“Kalau ada tim sepak bola profesional, anak-anak akan lebih bersemangat. Mereka bisa menyalurkan minat dan bakatnya dengan baik, karena ada klub di Bontang yang siap merekrut mereka,” tutur Agus.
Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi landasan regenerasi pemain muda di Kota Bontang sekaligus menghidupkan kembali atmosfer sepak bola lokal yang selama ini dinanti masyarakat.

