BONTANG — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengungkapkan capaian investasi Kota Taman mencapai Rp2,7 triliun pada 2024. Menurutnya, angka tersebut tak lepas dari kepercayaan dan dukungan Pupuk Kaltim sebagai industri strategis nasional yang berbasis di Bontang.
“Kepercayaan yang diberikan Pupuk Kaltim memperkuat capaian investasi kita yang pada tahun 2024 lalu telah mencapai Rp2,7 triliun,” ujar Neni, dikutip dari laman resmi PPID Bontang.
Neni mengatakan kehadiran proyek strategis seperti pabrik soda ash menjadi simbol kuat hilirisasi industri yang digalakkan pemerintah pusat. Proyek ini dianggap menegaskan peran Bontang sebagai salah satu pusat transformasi industri di Indonesia.
“Kami bangga Bontang menjadi episentrum dari transformasi ini. Investasi besar ini adalah bukti nyata keberhasilan gerakan ekonomi Bontang,” ujarnya.

Selain memperkuat posisi Bontang sebagai kota industri, Neni menilai pembangunan pabrik soda ash akan menciptakan rantai nilai baru. Industri pendukung seperti jasa teknik, penyedia peralatan, dan sektor logistik diperkirakan ikut berkembang.
“Proyek ini juga menjadi jawaban atas tantangan penyediaan sumber daya manusia. Kebutuhan lebih dari 800 tenaga kerja lokal pada puncak masa konstruksi adalah peluang emas bagi warga Bontang,” kata Neni.
Neni menyebut langkah Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia Grup sebagai langkah visioner yang akan membawa dampak besar terhadap industri nasional. Dengan kapasitas produksi 300 ribu ton soda ash per tahun, pabrik baru itu diproyeksikan memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional.
“Ini akan mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat posisi Indonesia di kancah industri petrokimia regional,” ujarnya.
Wali Kota berharap investasi besar tersebut menjadi momentum penguatan ekonomi Bontang dalam jangka panjang, sekaligus memperluas peluang kerja dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis lainnya.

