BONTANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan dengan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bagian dari akar historis dan emosional partai. Penguatan hubungan tersebut diyakini menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kontestasi politik ke depan.
Ketua DPC PKB Bontang, Firman, menyampaikan bahwa kedekatan antara PKB dan NU bukan sekadar hubungan organisasi, melainkan ikatan emosional yang telah terbangun sejak awal berdirinya partai.
“PKB tidak terlepas dari hubungan emosional dengan NU. Kita ini lahir dari NU, bahkan bisa diibaratkan NU adalah orang tua kami,” ujar Firman saat ditemui, belum lama ini.
Ia menegaskan, PKB akan terus menjaga dan mengembalikan nilai-nilai perjuangan yang berakar dari NU, termasuk menjalin komunikasi yang intens dengan para ulama dan tokoh agama.
Menurut Firman, hubungan yang semakin erat dengan NU, majelis taklim, serta tokoh-tokoh agama di Kota Bontang menjadi modal sosial yang penting bagi PKB dalam membangun kekuatan politik yang berbasis keumatan.
“Alhamdulillah, hubungan kami dengan NU dan para ulama semakin erat. Ini juga mencakup komunikasi dengan berbagai majelis dan tokoh agama, yang terus kami perkuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Firman berharap sinergi yang telah terbangun tersebut dapat membawa dampak positif bagi PKB, khususnya dalam peningkatan perolehan kursi di legislatif.
“Dengan hubungan baik yang sudah terjalin ini, serta doa-doa dari para ulama, kami berharap PKB ke depan bisa mendapatkan enam kursi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan moral dan spiritual dari para ulama menjadi faktor penting dalam perjuangan politik PKB.
“Doa dari para ulama tentu menjadi kekuatan bagi kami. Semoga apa yang kami harapkan bisa terwujud,” pungkasnya
