BONTANG — Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) di kawasan Lapangan HOP I menjadi perhatian DPRD Kota Bontang lantaran hingga kini belum dimanfaatkan meski pembangunan telah rampung sejak beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi evaluasi pemerintah, terlebih bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp5 miliar itu kini justru membutuhkan sejumlah perbaikan.
Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry, mengatakan pemerintah perlu memastikan rehabilitasi RKM tidak berhenti sebatas memperbaiki kerusakan fisik. Menurutnya, seluruh persoalan bangunan harus ditangani agar setelah pekerjaan selesai, fasilitas tersebut dapat langsung digunakan masyarakat.
Ia menilai akan menjadi persoalan apabila gedung kembali selesai direhabilitasi, namun masih ditemukan fasilitas yang belum berfungsi secara optimal. Beberapa bagian yang menjadi perhatian di antaranya plafon yang mengalami kebocoran, toilet, serta instalasi listrik.
“Yang harus dipastikan sekarang bukan hanya perbaikannya selesai, tetapi setelah itu gedung memang sudah layak dan siap digunakan. Jangan sampai ada pekerjaan lanjutan karena masih ditemukan fasilitas yang bermasalah,” ujar Alfin saat di konfirmasi, Selasa (18/8/2026) .
Kondisi tersebut juga membuat DPRD mempertanyakan proses pembangunan RKM sejak tahap perencanaan hingga pengawasan. Alfin menilai, bangunan yang belum pernah digunakan namun telah mengalami kerusakan perlu menjadi bahan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan maupun pengawasan proyek.
Menurutnya, pemerintah perlu melihat kembali bagaimana proses perencanaan dan pengawasan pembangunan dilakukan. Terlebih, sejumlah kondisi fisik seperti kebocoran serta pekerjaan pengecatan yang dinilai kurang rapi telah ditemukan meski bangunan relatif belum dimanfaatkan.
“Kalau gedung belum dipakai tetapi sudah membutuhkan perbaikan, tentu proses pembangunan sebelumnya perlu dievaluasi. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan pekerjaan sampai pengawasannya harus dilihat kembali,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Bontang, Robysai Manassa Malissa, menjelaskan rehabilitasi RKM merupakan bagian dari pengembangan Lapangan HOP I tahap kedua. Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp17,5 miliar.
Adapun pekerjaan rehabilitasi RKM mencakup pemasangan plafon pada bagian luar gedung, perbaikan sejumlah titik yang mengalami kerusakan, serta pembenahan fasilitas toilet.
Alfin berharap rehabilitasi kali ini menjadi langkah akhir sebelum RKM benar-benar difungsikan. Ia menilai keberadaan gedung tersebut seharusnya memberikan manfaat nyata, terutama sebagai ruang aktivitas bagi generasi muda dan komunitas kreatif di Kota Bontang.
Menurutnya, RKM memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang berkegiatan bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni dan musik, maupun berbagai kegiatan produktif anak muda.
“Jangan sampai RKM hanya menjadi bangunan yang selesai secara fisik. Yang lebih penting adalah bagaimana gedung ini nantinya benar-benar dimanfaatkan dan memberi ruang bagi kegiatan kreatif masyarakat Bontang,” pungkasnya.

