BONTANG – Percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), kecamatan Bontang Utara menggencarkan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk memastikan KIA dimiliki oleh setiap anak di kota Bontang.
Sekretaris Camat Bontang Utara, Irmita Prima Ningrum, mengatakan pihaknya saat ini tengah menggencarkan pelayanan perekaman KIA dengan cara turun langsung ke sekolah-sekolah.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi cara paling efektif melakukan perekaman sekaligus meningkatkan kepemilikan KIA bagi anak-anak di Bontang Utara.
“Kami turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Ia menyebut pelayanan jemput bola diprioritaskan pada sekolah yang masih rendah dalam kepemilikan KIA. Upaya tersebut dilakukan sekaligus memberikan pemahaman kepada pihak sekolah dan orang tua tentang pentingnya kepemilikan KIA.
Kata Irmita Prima Ningrum, proses perekaman disekolah dilakukan langsung disekolah sehingga orang tua tidak perlu lagi membawa anaknya datang ke kantor kecamatan.
“Itu kita rekam langsung di tempat. Ini cuma modal-modal kamera, modal itu kita di sekolah,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa sebelumnya, pernah dilakukan oleh pihak kecamatan untuk menyasar ke tiap RT. Namun, metode tersebut dinilai kurang maksimal karena sebagian besar anak-anak pergi ke sekolah.
“Dulu pernah kita ke RT. Cuma tidak maksimal, Karena pada saat kita ke RT anak-anak pada sekolah,” jelasnya.
Pengalaman itulah menjadi dasar bagi pihak kelurahan untuk mengubah pola pelayanan dengan menyasar langsung sekolah-sekolah yang berada pada wilayah Bontang Utara.
Dalam pelaksanaannya, pihak kecamatan terlebih dahulu meminta data ke sekolah, dan meminta data dan dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) sebelum melakukan perekaman.
Dari data tersebut digunakan untuk memastikan anak-anak yang telah memiliki KIA, sehingga proses perekaman dilakukan dengan memanggil anak yang belum memiliki kartunya.
“Di sekolah itu para siswakan punya akta, dan kita juga melihat datanya di dukcapil,” terangnya.
Karena itu, dirinya berharap pelayanan jemput bola ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua terkait pentingnya dokumen identitas bagi anak.

