BONTANG – Wali kota Bontang, Neni Moerniaeni beberkan ketimpangan para pencari kerja dan kebutuhan lowongan di kota Bontang. Ia menyebut ketersediaan 437 posisi yang tersedia sementara total pelamar mencapai 4.759 orang.
Kebutuhan tersebut terbagi dalam 289 lowongan kerja, 16 kouta pelatihan kerja 117 posisi pemagangan dan 15 kouta sertifikasi.
Sementara rincian para pelamar jauh lebih besar dengan ketersediaan lowongan kerja yaitu, terdapat 3.230 melamar lowongan kerja, 1.461 orang membidik posisi magang, 110 orang mendaftar pelatihan, dan 50 orang yang mendaftar sertifikasi.
“Fakta dan data itu yang menjadi refleksi paling penting bagi kita semua bahwa ketersediaan peluang kerja sangatlah terbatas jika disandingkan dengan jumlah pencari kerja,” ujar Neni saat sambutan di acara pelatihan project based learning tahun 2026, Selasa (15/9/2026).
Kata Neni, tantangan ini harus mendapat perhatian bersama, baik oleh pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat kota Bontang.
Lebih lanjut, Orang nomor satu Bontang itu menjelaskan bahwa meski kota Bontang merupakan daerah yang memiliki potensi ekonomi dan sumber daya manusia yang sangat besar tantangan penyerapan tenaga kerja masih sangat tinggi.
“Namun kita dihadapkan pada realitas tingginya tingkat persaingan di pasar,” jelasnya.
Menurutnya, realitas tersebut menjadi gambaran nyata bagi pemerintah, perusahaan dan masyarakat tentang betapa ketatnya persaingan yang dihadapi saat ini.
Oleh karena itu, Neni mengatakan potensi besar yang dimiliki harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki potensi yang unggul sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Saya menaruh harapan besar agar pelatihan ini agar tidak hanya berhenti pada pelatihan yang selama beberapa hari saja,” ucapnya.
Ia berharap dalam pelatihan tersebut ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti kegiatan project based learning harus dapat diterapkan secara nyata setelah peserta kembali ke lingkungan kerja dan lingkungan usahanya.
Sehingga pelatihan itu tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan kualitas saja tetapi, juga mampu memberikan manfaat yang jangka panjang bagi para peserta.

