BONTANG– Selama ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Parkir terbilang rendah, diduga ada Kebocoran akibat kelalai petugas di lapangan. Karena itu legislator Bontang, Bakhtiar Wakkang mengusulkan sistem parkir elektronik.
“Sebenarnya ini sudah saya usulkan sejak tahun lalu. Namun ternyata belum diterapkan juga. Padahal sistem parkir elektronik ini bisa jadi metode baru untuk meningkatkan PAD,” ujar Bakhtiar Wakkang, Selasa (13/6).
Lebih lanjut Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang akrab disapa BW ini, mengungkapkan bahwa sistem parkir elektronik dianggap bisa memudahkan petugas di lapangan.
Selain itu, manfaat lain yang bisa didapatkan Pemkot, menurut BW dapat dijadikan sebagai upaya peningkatan PAD melalui sektor parkir. Sistem tersebut pun dapat diterapkan di sejumlah pasar yang memiliki pengelolaan yang baik serta lokasi parkir milik pemerintah Kota Bontang yang dianggap strategis.
“sistem parkir elektronik bisa menambah pemasukan daerah asalkan dikelola di pasar-pasar yang juga punya manajemen yang baik atau lokasi parkir yang di kelola pemerintah dan strategis,” ujar BW.
Pasar yang dinilai memiliki sistem pengelolaan yang baik seperti pasar Taman Rawa Indah dan Pasar Citra Mas Loktuan. Menurutnya, kedua pasar tersebut merupakan representasi pasar yang ada di Kota Bontang yang bisa bisa dimaksimalkan untuk menambah kas daerah.
“Memang kalau kita lihat keduanya ini punya kelebihan ketimbang pasar lainnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Bontang, Kamilan sendiri turut mengakui bila PAD dari hasil parkir terbilang rendah
” Kalau diterapkan (sistem parkir elektronik, pasti kira dukung, karena selama ini dari parkir terbilang rendah. Seperti sekarang ini, penghasilan parkir hanya mencapai Rp.1.4 Miliar yang diperoleh dari tiga pasar yang ada di Bontang,” pungkasnya.

