BONTANG – Angka stunting di Bontang meningkat 19 persen, sebanyak 1.156 anak pada 2022 dengan prevalensi 22,8 persen.tugas ini cukup berat hingga perlu diapresiasi dengan menaikkan insert kader posyandu..
Belum lagi, menurut Raking, porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan diasumsi akan meningkat dari Rp1,8 triliun pada semester pertama diasumsikan menjadi Rp2,2 triliun.
Saat ini Insentif yang diterima kader posyandu hanya Rp150 ribu. Itu dianggap kecil dibandingkan pekerjaan mereka yang cukup berat
“Nanti di APBD Perubahan kami
usul naik jadi Rp 300 ribu tahun ini, karena pekerjaan mereka cukup berat” ujar Raking, Senin (12/06).
Salah satu tugas para kader posyandu yakni membantu pemerintah menangani stunting. Pun hal itu dianggap cukup berat, mengingat .
” Pemerintah menargetkan angka stunting turun sampai 0,4 persen pada tahun 2024.salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menaikkan insentif bagi kader posyandu” ujarnya
Raking berharap agar usulannya disetujui oleh Pemerintah Kota Bontang saat penetapan APBD Perubahan nantinya. Sebab, para kader posyandu telah banyak berjasa bagi Bontang. Utamanya dalam penanganan kesehatan.
‘Kita berharap agar usulan ini bisa diterima, mereka sudah banyak berjasa bagi masyarakat. Jadi patut diberi penghargaan,” pungkasnya.(

