BONTANG— Melihat kondisi curah hujan yang semakin tinggi menyebabkan penyebaran nyamuk demam berdarah betina, Aedes aegypti sebagai pembawa virus juga meningkat.
Karena itu Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Irfan memintan Dinas Kesehatan Kota Bontang segera lakukan fogging guna mencegah kasus demam berdarah dengue (DBD) lebih meluas.
Permintaan legislator Bontang tersebut mengingat, kasus DBD di Kota Bontang dalam beberapa waktu terakhir terbilang tinggi. Sudah mencapai 161 kasus.
“Angka ini sudah termasuk tinggi, jangan sampai bertambah lagi,” ujar Irfan, Senin (12/6).
Irfan mengatakan fogging dilakukan terutama di kelurahan yang kasus DBDnya cukup tinggi dan dilakukan secara rutin. Bila perlu, kata Irfan dua kali sebulan
“karena sekarang kita lihat curah hujan cukup tinggi, saya minta Foging dilakukan secara rutin kalau perlu dua kali sebulan,” ujarnya
Irfan juga mengingatkan warga Bontang untuk melakukan tindakan pencegahan dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Seperti melakukan pola menguras, menutup dan mengubur (3M).
“DBD ini selain disebabkan cuaca karena musim penghujan. Juga terkait soal pola hidup dan perilaku manusia. Jadi kami minta warga menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan menerapkan pola 3M ,” jelas Irfan.
Menanggapi permintaan legislator Bontang itu, Pejabat Fungsional Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Bontang, Asniwati mengatakan langkah Pemkot Bontang dalam penanganan DBD menggunakan jentik nyamuk Wolbachia.
Nyamuk Wolbachia sendiri diketahui merupakan bakteri alami yang umum ditemukan di hewan arthropoda atau serangga. Riset oleh Profesor Adi Utarini dari Universitas Gadjah Mada (UGM) membuktikan Wolbachia bisa melumpuhkan atau menghambat replikasi virus dengue pada tubuh nyamuk.
“ Kota Bontang dipilih menjadi pilot project untuk pengendalian DBD melalui pelepasan jentik Wolbachia. Sementara permintaan fogging, kami pasti akan lakukan jika memang mendesak,” pungkasnya.

