KOSAKATA.CO—– Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat sorotan dari lembaga legislatif. Salah satunya anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Jahidin.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, sepanjang 2023 tercatat sebanyak 1.323,15 hektar peristiwa karhutla. Jumlah tersebut terbilang besar dibanding 2022 lalu, yakni 1.200 hektar.
Ia menilai adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan ini bukan hanya merugikan lingkungan sekitar hutan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan hingga ekonomi masyarakat.
“Hingga kini kebakaran hutan masih menjadi ancaman. Meski sudah memasuki musim hujan,” tuturnya, Sabtu (18/11/2023).
Sehingga, Jahidin meminta pemerintah menindak tegas pelaku karhutla. Baik yang sengaja melakukan pembakaran atau pun tidak sengaja sesuai Undang-Undang yang berlaku.
Terlebih penyebab karhutla lebih banyak dipicu oleh pembukaan lahan dengan cara dibakar ataupun kelalaian membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar. Kendati, Jahidin juga bilang kebakaran hutan bukan hanya karena campur tangan manusia. Akan tetapi juga bisa disebabkan oleh faktor alam.
“Seperti panas yang mengakibatkan lahan dan batu bara menyala sendiri karena adanya gesekan-gesekan. Utamanya jika kemarau,” sebutnya.
Untuk itu Jahidin meminta agar pemerintah perlu mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan dampak karhutla, serta cara mencegah dan mengatasi api.
Serta menutup akan pesan kepada masyrakat Kaltim untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Karena tidak semua masyarakat tahu makanya pemerintah harus lakukan sosialisasi. Kita perlu memberi tahu dan mengajari mereka,” pungkasnya. (adv/dprdkaltim)

