Bontang — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang tetap fokus memberikan layanan prima kepada masyarakat meskipun tengah menghadapi tantangan kekurangan staf.
Kepala DPM-PTSP Bontang, Aspiannur, mengakui bahwa beberapa program yang sebelumnya dijalankan terpaksa dihentikan sementara akibat keterbatasan tenaga kerja. Salah satu yang terkena dampak adalah program sosialisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dilakukan langsung kepada para pelaku usaha melalui pendekatan door to door.
“Dulu kami aktif turun langsung ke lapangan, terutama ke para pemilik usaha seperti kafe dan bisnis kecil lainnya. Kami sosialisasikan pentingnya NIB, dan itu sangat membantu para pengusaha untuk memahami proses pengurusan izin,” jelas Aspiannur, ketika ditemui di kantornya belum lama ini.
Saat masih memiliki cukup tenaga, DPM-PTSP gencar melakukan program tersebut, dan hasilnya terlihat dari peningkatan permohonan NIB. Namun, sejak adanya mutasi pegawai beberapa bulan lalu yang membuat jumlah staf berkurang hingga 37 orang, program ini terpaksa dihentikan sementara.
Baru-baru ini, DPM-PTSP mendapatkan tambahan 8 orang staf baru yang ditempatkan di loket pelayanan di kantor Jalan Awang Long. Namun, Aspiannur mengakui bahwa ini masih belum mencukupi untuk mengaktifkan kembali program sosialisasi lapangan.
“Kami memang sudah mendapatkan tambahan, tetapi jumlahnya masih belum cukup untuk membentuk tim lapangan khusus seperti sebelumnya,” ungkapnya.
DPM-PTSP sudah mengajukan permintaan tambahan staf untuk tahun depan. Pihaknya berharap, melalui penerimaan CPNS dan PPPK yang direncanakan pada akhir 2024, mereka bisa mendapatkan tambahan 10 pegawai baru pada awal 2025.
“Jika semuanya berjalan lancar, awal tahun depan kami bisa melanjutkan lagi program jemput bola dengan formasi baru yang lebih siap,” tutup Aspiannur.

