Bontang – Pembangunan pelabuhan industri di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Bontang Lestari dinilai membutuhkan dukungan serius dari berbagai pihak, terutama dalam hal penyediaan infrastruktur dasar dan kepastian tata ruang. Meski kajian kelayakan atau Feasibility Study (FS) telah disusun, realisasi proyek strategis ini masih terhambat karena belum terjaminnya kesiapan wilayah dan akses pendukung.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, mengungkapkan bahwa Pelindo menjadi satu-satunya calon investor yang menunjukkan minat konkret terhadap proyek tersebut. Namun, belum adanya kejelasan titik lahan yang akan digunakan membuat Pelindo menahan langkah realisasinya.
“Kami butuh kejelasan lahan dari PT Kawasan Industri Bontang (KIB) agar tidak terjadi tumpang tindih dengan area yang sudah dibebaskan sebelumnya. Ini memerlukan komunikasi lintas sektor yang lebih intens,” jelas Karel, Senin (26/5/2025) siang
Kendala lainnya adalah minimnya akses logistik yang memadai menuju kawasan industri tersebut. Jalur darat dari Samarinda ke Bontang saat ini belum cukup ideal untuk mendukung aktivitas bongkar muat dalam skala besar. Karel menekankan pentingnya pembangunan jalan tol Samarinda–Bontang dan jalan kelas industri sebagai elemen krusial yang harus diprioritaskan.
“Tanpa akses yang memadai, investor tentu berpikir dua kali untuk melanjutkan proyek ini. Infrastruktur menjadi kunci utama,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa minat dari pihak swasta relatif rendah untuk berinvestasi di sektor pelabuhan, mengingat skema pengembalian investasi atau break-even point yang cukup lama dan berisiko tinggi. Karena itu, harapan tertumpu pada BUMN seperti Pelindo yang memiliki kapasitas dan visi jangka panjang.
DPMPTSP Bontang menyatakan bahwa proyek ini bukan semata-mata soal lahan, tetapi juga menyangkut kesiapan kawasan secara menyeluruh sebagai simpul logistik dan industri.
“Pelabuhan ini penting untuk menghidupkan kawasan industri. Tapi keberhasilannya sangat bergantung pada keseriusan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga pengelola kawasan,” katanya.
Pihaknya menegaskan akan terus menjalin koordinasi dengan KIB dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat pemenuhan prasyarat yang dibutuhkan agar proyek pelabuhan industri Bontang bisa segera memasuki tahap pembangunan.

