Bontang—Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Insani kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Melalui program Pelatihan Carpenter (pertukangan kayu) yang digelar sejak 18 Juni hingga 2 Juli 2025, sebanyak 14 peserta berhasil menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan kompeten seluruhnya.
Pelatihan ini dibuka oleh Agus Riadi, selaku Pimpinan LPK Bina Insani sekaligus narasumber utama. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertukangan.
“Tujuan kami adalah melahirkan tenaga kerja yang benar-benar siap pakai, tidak hanya teori tapi juga praktik,” ujar Agus Riadi.

Sebagai narasumber sekaligus penguji kompetensi, Susilo, seorang asesor profesional dari Yogyakarta. Ia melakukan uji kompetensi akhir terhadap seluruh peserta pelatihan. Hasilnya, keempat belas peserta dinyatakan kompeten sesuai standar nasional.
“Semua peserta telah memenuhi kriteria kelulusan. Mereka menunjukkan keterampilan kerja, ketelitian, dan pemahaman alat yang sangat baik,” terang Susilo saat pengumuman hasil uji kompetensi.
Selama pelatihan dua minggu, peserta mendapatkan materi lengkap mulai dari teknik dasar pertukangan, penggunaan alat kerja, perakitan, hingga aspek keselamatan kerja (K3). Pelatihan ini juga menekankan praktik langsung sebagai bentuk work-based learning.
Pelatihan carpenter ini merupakan bagian dari upaya LPK Bina Insani dalam mencetak SDM siap kerja dan mendorong wirausaha mandiri. Dengan berfokus pada keterampilan teknis yang dibutuhkan industri, lulusan pelatihan diharapkan bisa langsung masuk dunia kerja atau memulai usaha sendiri di bidang pertukangan

