Kosakata.co,Bontang – Inovasi LIPAT BATIK yang dijalankan Disdukcapil Kota Bontang tidak hanya memudahkan akses pelayanan itsbat nikah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mencegah masalah sosial dan administratif yang berpotensi muncul di masa mendatang.
Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, mengatakan bahwa ketiadaan dokumen pernikahan resmi dapat menimbulkan persoalan serius seperti kesulitan pembuatan akta kelahiran anak, persoalan hak waris, hingga sengketa keluarga.
“Lebih baik dicegah daripada diselesaikan setelah terjadi masalah,” tegasnya, Kamis (6/11/2025).
LIPAT BATIK dirancang sebagai pelayanan terpadu yang proaktif dan humanis. Petugas mengedepankan pendampingan yang ramah serta membantu masyarakat memahami pentingnya dokumen resmi keluarga.
“Kami memastikan masyarakat tidak hanya dilayani, tetapi juga diberdayakan,” lanjut Budiman.

Kepala Bidang PIAK, Muhammad Thamrin, menjelaskan bahwa selain penerbitan akta nikah, tim juga melakukan penyesuaian struktur Kartu Keluarga dan dokumen turunannya.
“Semua harus sinkron untuk menjamin ketertiban administrasi,” katanya.
Thamrin menegaskan bahwa data kependudukan yang benar dan terstruktur penting untuk mendukung kebijakan pembangunan, distribusi bantuan sosial, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Data keluarga yang tidak jelas berpotensi menciptakan kesalahan dalam kebijakan.
Program ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat karena meminimalkan biaya transportasi dan waktu pengurusan. Proses yang dulu dirasa rumit kini dapat diselesaikan dalam satu alur.
Melalui LIPAT BATIK, Disdukcapil Bontang memperlihatkan bahwa pelayanan publik dapat berjalan efektif apabila dilakukan melalui kolaborasi, kedekatan, dan kepedulian terhadap kebutuhan riil masyarakat. (Ra)

